Jelajahi BDT NEWS

Viral Sekolah Bola Bapak-bapak, Jaga Kebugaran Sekalian Obati Inner Child

Bapak-bapak kini kembali merumput di Sekolah Sepak Bola, menjaga kebugaran dan mengobati inner child. Pelatih menghadirkan latihan santai dan menyenangkan.

health.detik.com (Sumber) via Detik Health • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 15 jam yang lalu
2 menit baca 0

BeritaDuniaTerbaru.com, Jakarta — Siapa bilang main sepak bola harus jago menggocek lawan atau punya stamina sekelas Kevin Diks? Buat sebagian bapak-bapak, kembali merumput lewat Sekolah Sepak Bola (SSB) justru menjadi cara seru untuk menjaga kebugaran sekaligus mengobati inner child.

Belakangan, aktivitas bapak-bapak yang kembali bermain sepak bola ramai menarik perhatian publik. Dengan jersey, sepatu bola, hingga semangat yang tak kalah dari pemain muda, mereka menikmati kembali olahraga yang mungkin sudah lama ditinggalkan karena kesibukan pekerjaan dan keluarga.

Semangat itulah yang mendasari Coach Romi Maulidin Oktafian, seorang guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), untuk menghadirkan SSB khusus pria paruh baya. Ia berbekal pengalaman kepelatihan di usia dini dan akar rumput.

Coach Romi menyebutkan bahwa SSB ini dibantu oleh kurang lebih 10 pelatih, bahkan sebagian di antara mereka memiliki lisensi kepelatihan resmi.

"Yang saya lihat dari apa yang disampaikan pemain ini, mereka senang. Itu yang sudah kami wadahi untuk latihan. Sisanya, fun, ketawa-ketawa dan memang mereka butuh itu lagi," kata Romi saat dikonfirmasi BeritaDuniaTerbaru.com, Kamis (15/10/2026).

Romi menjelaskan, para peserta SSB Bapak-bapak ini sangat beragam. Mereka mulai dari yang sudah memiliki basic sepak bola, sampai mereka yang benar-benar belum bisa mengoper bola dengan tepat,控制了, hingga mendribel.

Meski suasana latihan santai dan menyenangkan, metode pelatihan tetap menjadi perhatian utama. Coach Romi menyusun materi secara bertahap, dimulai dari teknik dasar sepak bola seperti ball mastery, ball feeling, dribbling, dan passing.

"Yang datang awalnya tuh milenial, usia-usia 30 tahun, di bawah 30 tahun. Seru sih. Akhirnya saya tahu itu viral, dari orang tua murid saya," katanya.

Menurut Coach Romi, para peserta datang dari berbagai wilayah, seperti Depok, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, hingga Tangerang Selatan.

Kegiatan fisik seperti SSB Bapak-bapak ini tidak sekadar mengobati inner child. Dari sisi kebugaran, inisiatif ini juga sejalan dengan pedoman yang dianjurkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dikutip dari situs Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, orang dewasa usia 18 hingga 64 tahun disarankan melakukan aktivitas fisik minimal 150 hingga 300 menit dengan intensitas sedang, seperti jalan cepat, atau setidaknya 75 hingga 150 menit dengan intensitas berat, seperti berlari, dalam seminggu.

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK