Jelajahi BDT NEWS

Dikepung Asap, Warga Singapura Kembalikan Budaya Bermasker

Kabut asap karhutla selimuti Singapura dan perburuk kualitas udara. Aktivitas warga terganggu hingga fasilitas olahraga ditutup.

health.detik.com (Sumber) via Detik Health • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 5 jam yang lalu
1 menit baca 0

Singapura — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia mulai menyelimuti kawasan pusat bisnis Singapura sejak pertengahan Oktober 2026. Kondisi tersebut berdampak langsung pada penurunan kualitas udara dan gangguan jarak pandang di sejumlah wilayah.

Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) mencatat indeks standar pencemar udara sempat menembus kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Para warga pun perlahan mengembalikan kebiasaan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Pemerintah setempat turut membatasi kegiatan luar ruang dengan menutup sementara sejumlah fasilitas olahraga publik. Langkah ini dilakukan demi melindungi masyarakat dari paparan partikulat berbahaya yang dibawa kabut asap.

Ajang lari ISCA Run yang dijadwalkan berlangsung di Gardens by the Bay juga terpaksa dibatalkan demi keselamatan peserta. Keputusan ini diambil seiring memburuknya situasi kualitas udara di kawasan sekitar.

Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu punступил masyarakat untuk rutin memantau kualitas udara dan mewaspadai dampaknya terhadap kesehatan. Imbauan ini disampaikan menyusul meningkatnya konsentrasi polutan di atmosfer Singapura.

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK