Jelajahi BDT NEWS

Kenapa Pita Pink Identik dengan Kanker Payudara? Ini Makna dan Sejarah di Baliknya

Pita pink menjadi simbol global untuk kesadaran kanker payudara. Artikel ini membahas sejarah, makna, dan variasi warna pita serta pentingnya deteksi dini.

health.detik.com (Sumber) via Detik Health • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 5 jam yang lalu
3 menit baca 0

Jakarta —

Sepanjang Oktober, pita berwarna pink menjadi simbol yang mudah dijumpai di berbagai tempat, mulai dari pakaian, produk kecantikan, hingga kampanye di media sosial. Simbol ini telah menjadi identitas utama dalam menyuarakan Breast Cancer Awareness Month atau Bulan Kesadaran Kanker Payudara di seluruh dunia.

Di balik kepopulerannya, pita pink menyimpan sejarah panjang yang berakar dari gerakan masyarakat hingga makna yang terkandung dalam berbagai pilihan warnanya.

Secara keseluruhan, simbol ini melambangkan harapan, kekuatan, kebersamaan, serta komitmen bersama untuk mendorong deteksi dini dan pencarian obat bagi penderita kanker payudara.

Awal Mula Lahirnya Pita Pink

Berdasarkan laporan TODAY dan National Breast Cancer Org, gerakan pita kepedulian awalnya terinspirasi dari tradisi pita kuning sebagai simbol penawanan sandera pada dekade 1970-an, serta pita merah yang menjadi identitas aktivisme HIV/AIDS di ajang Tony Awards 1991.

Kisah khusus pita kanker payudara bermula dari seorang wanita bernama Charlotte Haley pada awal tahun 1990-an. Sebagai ibu, saudara, dan cucu dari para pejuang kanker payudara, Haley membuat pita berwarna persik secara manual di rumahnya. Pita tersebut disertai pesan protes terkait penanganan kanker pada masa itu.

"Anggaran tahunan National Cancer Institute mencapai US$1,8 miliar, namun hanya 5 persen yang dialokasikan untuk pencegahan kanker. Bantu kami menyadarkan pembuat undang-undang dan masyarakat Amerika dengan memakai pita ini," tulis Haley.

Ketika majalah Self dan sejumlah korporasi besar berniat mengomersialkan pita tersebut, Haley menolaknya. Majalah Self kemudian bekerja sama dengan raksasa kosmetik Estée Lauder untuk mengubah warnanya menjadi merah muda dan membagikannya secara massal pada Oktober 1992. Pada saat bersamaan, yayasan Susan G. Komen juga menyebarkan pita pink di ajang Race for the Cure di New York. Sejak saat itulah simbol tersebut berkembang dan dikenal secara internasional.

Makna di Balik Variasi Warna Pita

Meskipun warna merah muda muda atau pastel pink adalah yang paling populer, dunia medis mengenal beberapa variasi warna pita untuk kondisi klinis tertentu:

  • Pink Muda (Pastel Pink): Simbol umum kesadaran, dukungan, dan deteksi dini kanker payudara.
  • Pink Cerah (Hot Pink): Ditujukan khusus untuk inflammatory breast cancer atau kanker payudara inflamasi, yakni jenis kanker yang bersifat agresif dan jarang terjadi.
  • Kombinasi Pink dan Biru: Mewakili kasus kanker payudara pada pria.
  • Kombinasi Pink dan Toska: Mengacu pada kanker payudara yang berkaitan dengan faktor genetik serta kanker ginekologi.
  • Kombinasi Pink, Toska, dan Hijau: Menyuarakan dukungan bagi penderita metastatic breast cancer atau kanker payudara stadium lanjut yang telah menyebar ke organ lain.

Panduan Langkah Mudah SADARI

Penyematan pita pink hendaknya diimbangi dengan tindakan pencegahan konkret. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sangat menganjurkan perempuan untuk melakukan SADARI atau pemeriksaan payudara sendiri secara rutin setiap bulan, idealnya pada tujuh hingga sepuluh hari setelah hari pertama menstruasi. Berikut langkah-langkahnya:

  • Cermati di Depan Cermin: Berdirilah tanpa pakaian di atas pinggang. Amati bentuk, ukuran, warna kulit, serta posisi puting. Perhatikan apakah ada benjolan, kerutan mirip tekstur kulit jeruk, atau cekungan yang tidak wajar.
  • Angkat Kedua Tangan: Angkat kedua tangan ke atas kepala dan amati kembali apakah terdapat perubahan bentuk atau kejanggalan pada kedua payudara.
  • Tekan Pinggang: Letakkan kedua tangan di pinggang, tekan kuat-kuat untuk mengencangkan otot dada, lalu perhatikan kembali perubahan pada payudara.
  • Raba dengan Gerakan Memutar: Gunakan tiga ujung jari tangan kanan, yaitu telunjuk, tengah, dan manis, untuk meraba payudara kiri, dan lakukan sebaliknya. Gunakan tekanan ringan, sedang, hingga kuat dengan gerakan memutar dari arah luar ke dalam mendekati puting.
  • Periksa Bagian Puting: Pijat puting secara perlahan. Perhatikan apakah ada cairan yang tidak normal seperti darah atau nanah yang keluar.
  • Pemeriksaan Posisi Berbaring: Berbaringlah dengan meletakkan bantal kecil di bawah bahu kanan. Lakukan perabaan kembali pada payudara kanan, lalu ulangi untuk sisi sebaliknya.
Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK