Jelajahi BDT NEWS

Viral Plester Demam Disebut Bisa Bikin HR 'Adem' Saat Lari, Dokter Angkat Bicara

Belakangan muncul 'hack lari' yakni menempelkan plester demam di bagian bawah leher. Disebut-sebut ini bisa menekan heart rate. Benarkah demikian?

health.detik.com (Sumber) via Detik Health • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 1 hari yang lalu
2 menit baca 0

BeritaDuniaTerbaru.com, Jakarta — Belakangan ini media sosial diramaikan dengan temuan unik para pelari yang mengaku bisa menjaga heart rate (HR) tetap stabil saat berlari menggunakan cara sederhana, yakni menempelkan plester demam di bagian punggung atas. "Tempel plester demam di ruas atas tulang punggung, sedikit di bawah leher (upper thoracic spine, C7-T2). Lumayan bikin HR lebih adem," tulis seorang pengguna Threads seperti yang dibagikan ulang, kemarin. Tren ini kemudian viral dan menarik perhatian banyak pelari lain yang penasaran dengan klaim tersebut. Mengenai fenomena ini, dokter spesialis kedokteran olahraga, dr Andhika Raspati, SpKO, angkat bicara. Ia menjelaskan bahwa secara ilmiah, metode yang dilakukan para pelari tersebut memang memiliki dasar yang bisa diterima. "Secara penelitian yang cukup kuat dan valid untuk kita pakai adalah, kalau kita mau external cooling, itu pakai es. Sekarang sudah ada rompi es, cooling pakai es," jelas dr Dhika saat ditemui BeritaDuniaTerbaru.com di Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2026). Pendekatan ini disebut sebagai external cooling atau usaha pendinginan dari luar tubuh saat beraktivitas fisik. Sensasi dingin dari es inilah yang membuat tubuh seseorang lebih rileks, sehingga secara tidak langsung membantu mengontrol detak jantung. Lalu bagaimana dengan plester demam yang diklaim bisa menjadi alternatif pengganti es? "Tapi mungkin bisa membantu. Jangan lupa, yang namanya olahraga itu kan ada faktor subjektif, faktor sugesti itu ngaruh," terang dr Dhika. Ia menambahkan, kemungkinan plester demam memberikan efek nyaman yang membuat pelari merasa lebih rileks selama berlari, sehingga performa bisa lebih teratur meskipun pengaruhnya terhadap penurunan HR secara signifikan masih perlu diteliti lebih lanjut. (dpy/up)
Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK