Jelajahi BDT NEWS

Top 3: Alarm MSCI untuk Indonesia

Berikut ini tiga artikel terpopuler atau Top 3 di kanal bisnis Liputan6.com pada Minggu (18/10/2026).

liputan6.com (Sumber) via Liputan6 Bisnis • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 1 jam yang lalu
2 menit baca 0

BeritaDuniaTerbaru.com, Jakarta - IHSG anjlok 11,57% ke level 5.185,10 pada perdagangan Jumat (16/10/2026), setelah MSCI memulai konsultasi untuk mengubah status pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Kapitalisasi pasar saham Indonesia menyusut menjadi Rp 9.157 triliun, sementara investor asing mencatatkan aksi jual bersih Rp 3,34 triliun dalam sehari.

Secara year to date, IHSG telah terkoreksi 40,04%, menjadikannya salah satu penurunan terdalam sejak krisis keuangan global 2008.

MSCI menyoroti kekhawatiran pelaku pasar terhadap transparansi kepemilikan saham, dugaan perdagangan terkoordinasi, serta kemampuan investor untuk berinvestasi di pasar Indonesia. Meski otoritas telah mengumumkan sejumlah reformasi, investor institusi menilai implementasinya perlu konsisten dan menunjukkan hasil nyata.

MSCI membuka periode konsultasi hingga 30 April 2027 dan dijadwalkan mengumumkan keputusan paling lambat 30 Juni 2027. Perubahan klasifikasi masih dapat dipertimbangkan kembali apabila terdapat bukti perbaikan substansial dalam tata kelola dan fungsi pasar saham Indonesia.

Artikel mengenai MSCI ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada beberapa artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis BeritaDuniaTerbaru.com pada Minggu (18/10/2026):

Alarm MSCI untuk Pasar Saham Indonesia

Bak petir di siang bolong, pengumuman penyedia layanan indeks global MSCI membuat pasar saham Indonesia tersungkur. MSCI mengumumkan memulai konsultasi perubahan status pasar saham Indonesia dari emerging market (pasar berkembang) menjadi standalone market (pasar mandiri) menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Berdasarkan data RTI, IHSG ditutup anjlok 11,57% menjadi 5.185,10 pada perdagangan saham Jumat, 16 Oktober 2026. Indeks saham LQ45 terpangkas 13,82% menjadi 508,55. Kapitalisasi pasar saham Indonesia anjlok menjadi Rp 9.157 triliun dari perdagangan Kamis, 15 Oktober 2026, yang tercatat Rp 10.275 triliun.

Simak artikel selengkapnya di sini

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK