Jelajahi BDT NEWS

Gunung Semeru Erupsi Beruntun, Kolom Abu Capai 1.000 Meter

Gunung Semeru kembali erupsi beruntun pada Sabtu (17/10/2026).

liputan6.com (Sumber) via Liputan6 Regional • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 6 jam yang lalu
2 menit baca 0

BeritaDuniaTerbaru.com, Lumajang - Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan. Pada Sabtu, 17 Oktober 2026, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini tercatat mengalami tiga kali erupsi berturut-turut sejak pagi hingga siang hari.

Rangkaian erupsi bermula pada pukul 04.52 WIB. Kolom abu vulkanik berwarna kelabu dengan intensitas tebal teramati membumbung setinggi 700 meter ke arah barat. Getaran ini tercatat di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 125 detik.

Tidak berselang lama, erupsi kedua kembali terjadi pada pukul 06.35 WIB. Kali ini, semburan abu vulkanik membumbung lebih tinggi dibandingkan letusan sebelumnya.

"Erupsi kedua tercatat memiliki tinggi kolom letusan sekitar 800 meter di atas puncak atau 4.476 meter di atas permukaan laut," jelas Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Agastya Rajendra.

Pada erupsi kedua ini, kolom abu berwarna putih hingga kelabu tebal bergerak mengarah ke barat dengan amplitudo maksimum 25 mm selama 90 detik.

Erupsi terbesar dalam rangkaian ini terjadi pada pukul 10.42 WIB. Gunung Semeru melontarkan abu vulkanik setinggi 1.000 meter ke udara.

"Letusan ketiga ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi cukup lama, yakni 137 detik," tutur Agastya.

Hingga saat ini, status aktivitas vulkanik Gunung Semeru bertahan pada Level III atau Siaga. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan imbauan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi zona aman.

Di sektor tenggara, masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas apa pun di sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 km dari puncak. Di sepanjang sempadan sungai di luar jarak tersebut, warga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km.

Zona berbahaya juga melingkupi radius 5 km dari kawah atau puncak Semeru guna避开 risiko lontaran batu pijar. Masyarakat diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang sungai atau lembah yang berhulu di puncak, khususnya di aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai sekitarnya.

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK