Jelajahi BDT NEWS

Kekayaan Lansia AS Melonjak, Anak Muda Justru Turun

Lansia AS mencatat kenaikan median kekayaan bersih 37% pada 2022–2025, sedangkan kelompok usia di bawahnya mengalami penurunan kekayaan.

liputan6.com (Sumber) via Liputan6 Bisnis • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 1 jam yang lalu
2 menit baca 0

BeritaDuniaTerbaru.com, Jakarta — Warga Amerika Serikat berusia 75 tahun ke atas kini menduduki posisi teratas sebagai kelompok dengan median kekayaan bersih tertinggi. Survei Federal Reserve menunjukkan kekayaan bersih kelompok ini melonjak 37% menjadi sekitar US$ 505.000 atau setara Rp 9 miliar per Oktober 2025, dari sebelumnya US$ 367.000 atau sekitar Rp 6,5 miliar pada 2022.

"Generasi baby boomers telah tiba!" kata Kepala Ekonom Moody's, Mark Zandi, dalam laporan Yahoo Finance yang mengutip Survei Distribusi Keuangan Rumah Tangga Federal Reserve.

Zandi menjelaskan, kenaikan ini didorong oleh lansia termuda dalam generasi baby boomers yang kini memasuki kelompok usia 75 tahun ke atas. Sebagian besar kekayaan mereka tersimpan dalam rekening pensiun, sehingga kenaikan pasar saham secara langsung meningkatkan kekayaan kelompok ini.

Berbeda dengan lansia, kekayaan keluarga AS secara keseluruhan justru tumbuh sangat terbatas. Median kekayaan bersih seluruh keluarga AS hanya naik 2% menjadi US$ 215.900 atau Rp 3,8 miliar dalam rentang waktu yang sama, setelah disesuaikan dengan tingkat inflasi.

Kesenjangan semakin tajam bagi generasi muda. Keluarga dengan kepala rumah tangga berusia di bawah 35 tahun mengalami penurunan kekayaan bersih sebesar 23% menjadi US$ 33.000 atau Rp 592 juta.

Kenaikan kekayaan lansia ditopang oleh kepemilikan aset yang dikumpulkan selama puluhan tahun, mulai dari saham hingga properti. Indeks S&P 500 mencatatkan kenaikan total imbal hasil sekitar 52,41% dari awal 2022 hingga akhir 2025, termasuk dividen yang diinvestasikan kembali.

Nilai kepemilikan rumah juga mengalami peningkatan. Federal Reserve mencatat median nilai bersih rumah setelah dikurangi utang naik dari US$ 218.900 atau Rp 3,9 miliar pada 2022 menjadi US$ 230.000 atau Rp 4,1 miliar pada 2025. Selain itu, suku bunga yang lebih tinggi juga memberikan manfaat tambahan bagi lansia melalui deposito dan instrumen keuangan berbunga lainnya.

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK