Jelajahi BDT NEWS

Peringatan! Orang-orang dengan Kondisi Ini Tak Disarankan Makan Kol Goreng

Karena kurang sehat, kol goreng disarankan hanya disantap sesekali dalam porsi wajar. Pada kelompok tertentu, bahkan dianjurkan tidak perlu mencoba sama sekali.

health.detik.com (Sumber) via Detik Health • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 11 jam yang lalu
2 menit baca 0

Jakarta –

Kol goreng kerap menjadi pilihan favorit sebagai teman makan nasi karena rasanya yang gurih dan renyah. Namun, proses penggorengan dengan suhu tinggi mengubah struktur sayuran ini menjadi menyerap banyak minyak jenuh dan lemak trans.

Karena kandungan tersebut, olahan kol goreng bisa berbahaya bagi kelompok orang dengan kondisi kesehatan tertentu.

Masalah Pembuluh Darah dan Jantung

Dokter spesialis gizi klinik, dr Igus Ulfa Yaze, SpGK menegaskan, individu yang sudah memiliki riwayat penyakit kardiovaskular sama sekali tidak disarankan untuk mengonsumsi kol goreng, meskipun hanya sesekali.

Penumpukan lemak jahat dari minyak goreng dapat memperburuk penyumbatan pembuluh darah atau aterosklerosis.

"Kalau misalnya udah ada, kayak memang kalau kolesterolnya tinggi, terus ternyata punya hipertensi. apalagi sampai punya penyakit aterosklerosis, ya pasti nggak akan disarankan. Mau dia sekali atau dua minggu sekali," terang dr Yaze kepada BeritaDuniaTerbaru.com, Jumat (16/10/2026).

Kondisi Tekanan Darah Tinggi dan Kolesterol

Bagi orang yang memiliki riwayat kolesterol tinggi dan hipertensi, kol goreng menjadi makanan yang harus dihindari. Risiko ini semakin besar apabila sajian kol goreng tersebut diberi tambahan garam atau penyedap rasa berlebih saat disajikan.

"Itu kan yang tadinya si kol ini sehat, sayuran, bahkan dia tuh sebenarnya ada kandungan untuk pencegah kankernya, eh ini gara-gara misalnya udah minyaknya minyak jelantah, ditambahin beberapa bumbu dan akhirnya ditambahin garam," jelas dr Yaze.

"Kan natriumnya ikutan tinggi juga. Malah bisa menyebabkan penyakit hipertensi gitu," sebutnya.

Anjuran Konsumsi bagi Orang Sehat

Bagi individu yang kondisinya benar-benar sehat dan bebas dari riwayat penyakit metabolik, dr Yaze menyampaikan, kol goreng masih boleh dikonsumsi hanya sesekali dalam frekuensi yang sangat dibatasi.

"Kalau misalnya orang dengan sehat itu mungkin dia kayak cicip aja dalam waktu seminggu sekali itu masih oke," sarannya.

"Tapi nanti diulang lagi setelah dua minggu. Jadi jangan juga hampir tiap minggu jadi makan kol goreng," imbuhnya.

Guna menjaga kesehatan jangka panjang, kelompok yang berisiko sangat dianjurkan untuk mengganti olahan gorengan ini dengan kol segar, kukus, atau rebusan sayur lain yang kaya serat dan nutrisi utuh.

Simak Video ""
[Gambas:Video 20detik](aur/up)

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK