Jelajahi BDT NEWS

KRI Sriwijaya-100 Disiapkan Bantu Tangani Bencana

KRI Sriwijaya-100, kapal induk pertama RI, siap mendukung misi kemanusiaan dan operasi militer. Kapal ini menjadi solusi vital dalam penanggulangan bencana.

cnnindonesia.com (Sumber) via CNN Nasional • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 3 jam yang lalu
2 menit baca 0

Jakarta, BeritaDuniaTerbaru.com — Pemerintah memastikan kapal induk pertama Indonesia, KRI Sriwijaya-100, siap diandalkan untuk menangani berbagai misi operasi militer selain perang (OMSP), termasuk penanggulangan bencana alam.

Berdasarkan siaran pers Bakom RI yang disiarkan di Jakarta, Sabtu (17/10), Kabiro Infohan Kemhan Brigjen Rico Sirait menjelaskan bahwa kemampuan tersebut menjadi langkah strategis mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia menghadapi tingkat kerawanan dan risiko bencana yang tinggi.

"Kini, Indonesia memiliki kapal yang dapat menjadi pangkalan terapung di laut, bernama KRI Sriwijaya-100," terang Rico.

Dalam situasi darurat bencana, terutama ketika akses darat terputus total, keberadaan pangkalan terapung menjadi solusi vital untuk memastikan bantuan logistik serta operasi penyelamatan dapat menjangkau wilayah terisolasi secara cepat.

KRI Sriwijaya-100 dengan berbagai kemampuannya dinilai menjadi armada paling tepat untuk mengangkut beragam logistik bantuan. Kapal ini memiliki dimensi panjang sekitar 180 meter dan bobot mencapai 12.000 ton.

Kapal ini dirancang dengan fasilitas geladak yang luas sehingga mampu mengoperasikan berbagai jenis helikopter hingga pesawat nirawak (drone) secara langsung dari tengah laut. Fleksibilitas taktis ini memungkinkan jangkauan operasi pertahanan maupun misi kemanusiaan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pangkalan-pangkalan di darat.

"Kemampuan ini sangat penting bagi Indonesia yang memiliki wilayah laut yang luas, ribuan pulau, dan risiko bencana yang tinggi," tambah Rico.

Kapal pangkalan terapung ini memang disiapkan untuk mendukung berbagai misi kemanusiaan di seluruh pelosok tanah air, mulai dari pengiriman bantuan logistik skala besar, evakuasi korban bencana, pelaksanaan operasi medis, hingga penanggulangan tanggap darurat di wilayah-wilayah yang paling sulit dijangkau.

Selain memperkuat kemampuan operasi maritim dan kemanusiaan, kehadiran KRI Sriwijaya-100 juga membawa nilai strategis bagi kemandirian nasional. Proses pemeliharaan dan modifikasi kapal ini melibatkan industri pertahanan dalam negeri, sehingga menjadi ruang akselerasi untuk memperkuat kapasitas teknologi, pengetahuan, dan kemampuan industri pertahanan nasional.

Dengan keberadaan kapal induk ini, Rico optimistis pertahanan maritim dan penanganan misi kemanusiaan di Indonesia akan semakin kuat.

(antara/fra)

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK