Banda Aceh, BeritaDuniaTerbaru.com -- Kabut asap yang menyelimuti Provinsi Aceh dalam beberapa hari terakhir merupakan kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta Sumatera bagian tengah dan selatan. Hal itu disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar.
"Secara garis besar ini asap kiriman (karhutla)," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I SIM Aceh Besar Cucu Kusmayancu di Banda Aceh, Jumat (16/10), sebagaimana diberitakan Antara.
Berdasarkan pantauan BMKG, di Aceh sendiri terdapat tiga titik panas di kawasan Muara Satu, Lhokseumawe, yang seluruhnya berkategori sedang. Citra satelit tidak mendeteksi adanya titik panas berkategori tinggi. Cucu menilai, kebakaran skala lokal kemungkinan ada, namun ukurannya tidak cukup besar sehingga tidak terekam sebagai titik panas.
Kualitas udara berdasarkan PM2,5 di Aceh masih berada dalam kategori baik hingga sedang.
Dampak terhadap penerbangan
Kabut asap memengaruhi jarak pandang di sejumlah bandara di Aceh. Berikut data jarak pandang yang tercatat:
- Bandara SIM, Banda Aceh: 3.500 meter
- Bandara Malikussaleh, Aceh Utara: 2.000 meter
- Bandara Maimun Saleh, Sabang: 3.000 meter
- Bandara Cut Nyak Dhien, Nagan Raya: 5.000 meter
- Bandara Blangkejeren, Gayo Lues: 1.000 meter
"Jarak pandang ini terkadang naik turun, kalau untuk hari normal di atas 10 kilometer," terang Cucu.
Situasi secara nasional
Secara nasional, BMKG mencatat kabut asap masih menyelimuti sebagian besar Sumatera, Kalimantan, Sulawesi bagian tengah hingga selatan, Maluku, dan Papua. Asap dari Sumatera dan Kalimantan bahkan terpantau melintas hingga ke Semenanjung Malaysia dan Singapura.
Kualitas udara terburuk tercatat di Kalimantan Tengah. Pada Sabtu (17/10) pukul 11.00 WIB, konsentrasi PM2,5 di Pangkalan Bun mencapai 374,8 mikrogram per meter kubik dan di Palangka Raya 342,8 mikrogram per meter kubik, keduanya berkategori berbahaya.
BMKG mencatat 478 titik panas berkepercayaan tinggi pada 16 Oktober, dengan terbanyak di Sumatera Selatan yang mencatatkan 189 titik. Sebaliknya, jumlah titik panas di Kalimantan Tengah mengalami penurunan signifikan dari 485 titik pada 15 Oktober menjadi hanya 26 titik.
Di sisi lain, asap yang sempat masuk ke wilayah Jabodetabek mulai menjauh dan tidak berdampak pada kualitas udara di permukaan.
BMKG turut mengeluarkan imbauan bagi masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, membatasi aktivitas di luar ruangan, serta memakai masker yang sesuai saat必须要 bepergian. Pemerintah daerah juga diminta berkoordinasi dengan BPBD, TNI, dan Polri serta terus memantau informasi perkembangan dari BMKG.