BeritaDuniaTerbaru.com, Palangka Raya — Kabut asap akibat kebakaran hutan di Palangka Raya, Sabtu (17/10/2026), berangsur berkurang setelah hujan mengguyur sejumlah wilayah kota pada hari sebelumnya.
Penurunan intensitas kabut asap terlihat jelas di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 2, di mana warna kuning kusam yang sebelumnya menyelimuti udara sudah tidak lagi tampak.
Meski demikian, petugas pemadam dari Polri dan TNI tetap melakukan upaya pembasahan lahan gambut untuk memadamkan bara api yang bersarang di lapisan bawah tanah. Petugas dari Direktorat Samapta Polícia Republik Indonesia Kalimantan Tengah menjalankan pembasahan di sekitar Jalan Mahir Mahar, Palangka Raya, Sabtu (17/10/2026) pagi.
Langkah serupa dilakukan tim pemadam Kodam XII/Tanjungpura di area Persemaian Permanen Modern, Jalan Hiu Putih Raya, Bukit Tunggal, untuk menyisir lokasi gambut yang sempat terbakar. Pembasahan difokuskan guna memastikan bara bawah tanah tidak kembali memicu kebakaran hutan.
Kondisi Sebelum Hujan
Sebelumnya, pada Kamis, 15 Oktober 2026, langit Palangka Raya yang biasanya terang justru tampak gelap dengan semburat kuning kusam. Jarak pandang warga terbatas akibat kabut asap yang menggantung di udara.
Di kawasan Bundaran Besar dan ruang terbuka hijau (RTH), kondisi lingkungan terlihat suram. Kendaraan memang masih melintas di jalanan, tetapi arus lalu lintas terlihat lebih lengang dibandingkan hari-hari biasa.
Kondisi serupa terlihat di depan Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Tengah. Sebuah tenda posko milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih berdiri di lokasi dengan warna oranye yang mencolok di tengah suasana berkabut.
Sejumlah warga yang beraktivitas di sekitar lokasi mengenakan masker pelindung. Pandangan ke arah langit terhalang kabut asap yang masih menyelimuti kawasan tersebut.
Di ruas Jalan G. Obos menuju persimpangan Jalan MH Thamrin, lalu lintas pagi hari juga terlihat lebih sepi dari biasanya. Kendaraan memang masih berlalu-lalang, tetapi kepadatan yang lazim terlihat pada jam-jam sibuk belum tampak.
Lengangnya aktivitas di jalanan tidak terlepas dari kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang diterapkan di seluruh sekolah selama status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih berlaku. Kebijakan tersebut membuat para pelajar tidak perlu berangkat ke sekolah seperti hari-hari biasa.
Suasana serupa juga terlihat di kawasan kampus Universitas Palangka Raya (UPR). Aktivitas di lingkungan kampus tampak sepi seiring penerapan PJJ di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti kota.