BeritaDuniaTerbaru.com
Minggu, 18 Okt 2026 02:02 WIB
Ilustrasi. Seorang pemenang kontes kecantikan transgender Thailand kini memilih kembali berpenampilan seperti laki-laki. (Istockphoto/itakdalee)
Jakarta, BeritaDuniaTerbaru.com --
Thailand memang dikenal dengan kontes kecantikan transgender yang begitu beragam dan meriah. Namun, di balik gemerlapnya industri tersebut tersimpan cerita yang jarang terungkap ke publik.
Namanya Trithipnipa Thippaphada. Ia lahir pada 1989 dan tumbuh dalam kondisi keuangan yang tidak mudah. Sejak kecil, ia sudah harus menanggung beban hidup yang berat.
Ketika usianya menginjak 16 tahun, Thippaphada memutuskan bekerja di sebuah klub malam. Hasil pekerjaannya digunakan untuk melunasi utang keluarganya sekaligus menabung demi menjalani operasi perubahan gender.
Pada usia 24 tahun, Thippaphada mulai menjalani hidup sebagai seorang wanita. Langkah berani itu membawanya mengikuti kontes kecantikan Miss Tiffany Universe Thailand pada 2013, dan ia berhasil meraih posisi runner-up pertama.
Popularitasnya terus menanjak hingga akhirnya pada 2019, Thippaphada dinobatkan sebagai Miss Trans World Thailand. Kemenangan itu membuatnya semakin dikenal sebagai figur publik di kalangan komunitas kecantikan transgender Thailand.
Hanya setahun setelah menggenggam mahkota Miss Trans World Thailand, Thippaphada mengambil keputusan yang mengejutkan banyak orang. Ia mengumumkan niatnya untuk kembali menjalani prosedur agar menjadi seorang pria.
Keputusannya itu berawal dari perasaan bahwa ia merasa lebih nyaman mengenakan pakaian pria, membiarkan rambutnya pendek, dan menampilkan sosok yang lebih maskulin. Perasaan itu muncul setelah enam tahun ia hidup sebagai seorang wanita.
Saat ini, Thippaphada tetap aktif di industri hiburan Thailand dengan nama panggung ARM. Ia terus berkarya sebagai model, tokoh gender-fluid, dan content creator.
ARM baru-baru ini juga menjadi sorotan media setelah dirinya mengaku mengalami komplikasi serius akibat suntikan filler. Komplikasi itu membuat wajahnya membengkak parah hingga ia tidak bisa membuka mata.
(asr)