Jelajahi BDT NEWS

Ancaman Hipertensi di Balik Renyah dan Gurihnya Kol Goreng

Bahaya kol digoreng tidak hanya datang dari minyaknya yang seringkali berlebih. Berbagai penyedap termasuk garam natrium juga berisiko memicu hipertensi.

health.detik.com (Sumber) via Detik Health • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 16 jam yang lalu
2 menit baca 0

Jakarta — Aroma gurih kol goreng yang garing kerap makin menggugah selera saat diberi taburan garam atau bumbu penyedap rasa. Olahan sayur yang satu ini memang disukai karena teksturnya yang renyah.

Namun di balik kenikmatan tersebut, kombinasi proses penggorengan dan tambahan bumbu tabur justru menciptakan ancaman ganda bagi kesehatan tubuh. Sayur yang sebenarnya kaya nutrisi ini menjadi membawa risiko bagi kesehatan karena digoreng.

Makanan Sehat yang Jadi "Gemuk Kalori"

Proses penggorengan dengan suhu tinggi membuat struktur dinding sel kol rusak dan menyerap minyak dalam jumlah besar. Ketika kol goreng yang sudah padat lemak tersebut masih ditambah bumbu penyedap dan garam, kualitas gizinya semakin merosot tajam.

Dokter spesialis gizi klinik, dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan, tambahan bumbu-bumbu tersebut membuat sajian yang sejatinya rendah kalori berubah menjadi makanan yang memicu kenaikan berat badan.

"Terus udah pasti kalorinya akan tinggi banget. Jadi kayak gemuk kalori nih si kolnya, padahal kolnya gak bikin kenyang," ucap dr Yaze kepada BeritaDuniaTerbaru.com, Jumat (16/10/2026).

Dobel Risiko Hipertensi dan Lemak Jenuh

Tidak hanya memicu lonjakan kalori tanpa rasa kenyang, kandungan natrium yang tinggi dari garam dan micin pada kol goreng berpotensi mengganggu tekanan darah.

Penyerapan minyak jenuh yang berpadu dengan asupan natrium berlebih menjadi kombinasi berbahaya bagi pembuluh darah.

"Itu kan yang tadinya si kol ini sehat, sayuran, bahkan dia tuh sebenernya ada kandungan untuk pencegah kankernya, eh ini gara-gara misalnya udah minyaknya minyak jelantah, ditambahin beberapa bumbu sama akhirnya ditambahin garam," jelas dr Yaze.

"Kan natriumnya ikutan tinggi juga. Malah bisa menyebabkan penyakit hipertensi gitu," katanya melanjutkan.

Waspadai Bahaya Lemak Trans dan Natrium

Sering kali tidak disadari, kebiasaan mengonsumsi kol bumbu secara terus-menerus dapat menumpuk lemak jenuh dan lemak trans di dalam tubuh. Hal ini diperparah oleh penggunaan minyak goreng yang dipanaskan berulang kali.

Mengingat tingginya risiko hipertensi dan obesitas akibat kol goreng berbumbu, dr Yaze mengingatkan perlunya kecermatan dalam memilih sajian harian demi menjaga kesehatan jangka panjang.

Simak Video "
[Gambas:Video 20detik]

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK