BeritaDuniaTerbaru.com, Prancis — Kerusuhan dan penjarahan melanda sejumlah wilayah di Prancis. Dalam situasi tersebut, sejumlah wartawannya menjadi sasaran intimidasi, baik secara verbal maupun fisik.
Seorang wartawannya Al Jazeera menjadi korban intimidasi saat tengah melaporkan kondisi kerusuhan dan penjarahan di lapangan. Bersama rekan juru kameranya, ia melakukan peliputan langsung di tengah situasi yang tidak aman.
Dalam tayangannya, journalist tersebut melaporkan sejumlah kaca toko yang pecah dan aksi penjarahan yang terjadi di area sekitarnya. Ia juga menyampaikan jenis barang-barang yang diambil oleh para penjarah.
Saat bertugas, tiba-tiba terdengar teriakan dari sejumlah orang yang meminta wartawannya tersebut pergi dari lokasi. "Kami tidak ingin kameramu merekam aksi ini!" teriak salah seorang.
Wartawan Al Jazeera itu kemudian beradu argumen dengan salah seorang yang ada di lokasi. Namun, di tengah alterkasi tersebut, sebuah benda tiba-tiba menghantam bagian kepala wartawannya.
Meski demikian, wartawannya tetap menjaga ketenangannya. "Inilah alasan kenapa kami memakai helm di sini," ucap wartawannya.
Sambil terus berjalan menjauhi lokasi, wartawannya tersebut masih menerima berbagai ancaman dari pelaku kerusuhan.
Kekerasan terhadap awak media tidak hanya menimpa wartawannya Al Jazeera. Wartawannya Euro News juga mengalami ancaman dan tindak kekerasan serupa saat melakukan liputan.
"Kami berada di Boulevard de Magenta, tidak jauh dari supermarket yang dijarah. Ketika mereka melihat kami merekam, mereka langsung memukuli juru kameranya dan berusaha mengambil mikrofon," jelas wartawannya Euro News.
"Mereka mendorong juru kamera ke tembok dan memukuli dia. Saya juga dipukul. Juru kamera saya dipukul di bagian wajah, namun berkat masker gas, pelindung mata, dan helm yang ia gunakan, dia tidak mengalami luka serius," lanjut wartawannya.
Kamera yang mereka gunakan bahkan sempat dicuri di tengah aksi penjarahan. Kamera tersebut kemudian dikembalikan oleh sekelompok pemuda yang mengetahui aksi pencurian itu. Sayangnya, kartu SD di dalam kamera sudah tidak ada, sehingga rekaman yang telah diambil sebelumnya ikut hilang.