Jelajahi BDT NEWS

Tiga Tim Dikerahkan Tangani Karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting

Tiga tim dikerahkan untuk tangani kebakaran hutan atau karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting.

cnnindonesia.com (Sumber) via CNN Nasional • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 1 hari yang lalu
2 menit baca 0

Kalimantan Tengah, BeritaDuniaTerbaru.com -- Kementerian Kehutanan mengerahkan tiga tim untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. Penanganan difokuskan pada pemadaman api serta pembangunan infrastruktur pendukung berupa sumur bor untuk memastikan ketersediaan air di lokasi.

Ketiga tim tersebut masing-masing bertugas sebagai tim pembuka jalan, tim sumur bor, dan tim pemadaman. Pembagian tugas ini dirancang untuk mempercepat proses penanganan sekaligus menjamin kelancaran mobilisasi personel dan peralatan ke titik-titik kebakaran.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan tim pembuka jalan telah berhasil membuka akses sepanjang kurang lebih 1,8 kilometer menuju Shelter Pesalat. Jalur ini dinilai krusial untuk memperlancar pergerakan personel, alat pemadam, serta distribusi air ke area yang terbakar.

"Akses jalan sudah berhasil kita tembus sekitar 1,8 kilometer menuju Shelter Pesalat, dan kita juga menentukan titik-titik sumber air, penempatan flexible tank atau portable tank, serta sumur bor," kata Raja Juli Antoni dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10).

Raja Juli Antoni bersama pejabat terkait juga meninjau langsung lokasi penanganan. Mereka menyusuri jalan setapak yang baru dibuka dari Tanjung Harapan menuju Shelter Pesalat. Di kawasan tersebut, ia meninjau pembangunan embung yang berfungsi sebagai wadah penampungan air untuk kemudian disalurkan ke titik-titik api.

Selain pembangunan embung, tim juga mengidentifikasi sejumlah titik sumber air yang akan dihubungkan langsung ke Shelter Pesalat. Penempatan tangki air portabel serta pembangunan sumur bor turut disiapkan sebagai bagian dari strategi mendukung operasi pemadaman yang tengah berjalan.

Hingga malam hari, petugas masih sibuk memasang mesin pompa air di lokasi kejadian. Raja Juli Antoni menargetkan seluruh perangkat pompa terpasang pada malam itu juga agar dapat segera dioperasikan untuk kegiatan pemadaman keesokan harinya.

"Pemasangan dibagi dua tim. Kita pasang malam ini, biar besok bisa langsung dipakai. Kita bermalam biar dipastikan terpasang," tutur dia.

Raja Juli Antoni menegaskan penanganan karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting akan terus dilakukan dengan memaksimalkan seluruh sumber daya yang tersedia. Pemerintah bekerja sama dengan TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah daerah, serta berbagai pihak terkait lainnya tetap berada di lapangan untuk mengendalikan api dan melindungi kawasan konservasi tersebut.

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK