BeritaDuniaTerbaru.com, Jakarta — PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menarik sekitar 9.024 unit Satria Pro dan Satria F150 untuk menjalani pemeriksaan di bengkel resmi. Langkah ini merupakan bagian dari kampanye Product Quality Update yang berfokus pada pemeriksaan celah kerapatan antara rangka dan tangki bahan bakar guna memastikan kesesuaiannya dengan standar yang berlaku.
Unit yang terdampak recall kali ini merupakan hasil produksi 12 Juni 2025 hingga 23 Juni 2026 yang telah tersebar ke tangan pelanggan. Suzuki menyebut pemeriksaan ini sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap kualitas produk yang beredar di pasaran.
"Kami menginformasikan adanya kebutuhan pemeriksaan pada bagian rangka serta tangki bahan bakar Satria Pro dan Satria F150 milik konsumen untuk memastikan kesesuaiannya dengan standar," kata Hariadi, Asst. to Aftersales Department Head of Service SIS, dalam keterangan resmi, Jumat (16/10).
"Sebagai langkah proaktif, kami menjalankan program Product Quality Update untuk menjamin standar kualitas," sebutnya.
Pemeriksaan bakal dilakukan secara menyeluruh oleh teknisi di jaringan bengkel resmi Suzuki. Apabila ditemukan ketidaksesuaian kualitas pada komponen terkait, unit akan ditangani sesuai prosedur teknis yang berlaku. Seluruh proses ini tidak dipungut biaya dan estimasi waktu pengerjaannya sekitar satu jam.
Unit yang masuk dalamprogram recall dapat diidentifikasi melalui nomor rangka atau Vehicle Identification Number (VIN) berikut:
Satria F150: MH8DL11AZSJ260852 sampai MH8DL11AZSJ263244
Satria F150: MH8DL15AZSJ500046 sampai MH8DL15AZTJ505836
Satria Pro: MH8DL15AZSJ100033 sampai MH8DL15AZTJ100719
Pemilik kendaraan dapat mengecek VIN melalui situs dms.suzuki.co.id/simdms/assets/custom/productQualityUpdate.cshtml dan disarankan melakukan reservasi layanan sebelum datang ke bengkel resmi Suzuki.
Informasi lebih lanjut tersedia melalui layanan Halo Suzuki di nomor 0800-1100-800 (bebas pulsa 24 jam) atau WhatsApp Halo Suzuki di nomor 0811-1993-0800.
"Kepedulian Suzuki seperti ini merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan untuk menjaga kepercayaan dan kepuasan konsumen. Dengan pengecekan yang dilakukan, kami turut memastikan keamanan dan keselamatan pelanggan dalam menggunakan produk kami sehari-hari," tutur Hariadi.