Jelajahi BDT NEWS

Siswa Sragen Temuan Celah Keamanan Siber Lapas, DPRD Hingga NASA

Pelajar Sragen Berusia 17 Tahun Diakui NASA, Ini Temuan Keamanan Siber yang Diungkapnya

liputan6.com (Sumber) via Liputan6 Regional • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 1 hari yang lalu
2 menit baca 0

Rais, seorang siswa asal Sragen, berhasil menorehkan prestasi internasional di bidang keamanan siber. Pada 15 Agustus 2025, namanya masuk dalam daftar Hall of Fame NASA setelah menemukan kerentanan XSS pada domain milik lembaga antariksa tersebut.

Perjalanan Rais hingga meraih pengakuan dari NASA tidak mulus. Sejumlah laporan yang ia kirimkan sebelumnya tidak dinyatakan valid karena masuk kategori out of scope, merupakan temuan duplikat, atau kerentanannya sudah ditemukan pihak lain.

Meski demikian, Rais terus belajar dan mencoba. Pada 2026, ia kembali menemukan kerentanan pada domain NASA yang berbeda. Temuannya pada Maret dan Juni tahun itu mendapat pengakuan dari lembaga tersebut.

Secara keseluruhan, Rais memperoleh dua sertifikat dan satu penghargaan Hall of Fame dari NASA atas temuannya.

Di luar pencapaian internasional, Rais juga menemukan kerentanan pada sejumlah situs web lembaga di Indonesia. Di antaranya RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen dan Lapas Kelas IIA Sragen. Ia juga pernah melaporkan kerentanan kepada Universitas Airlangga dan BMKG.

Temuan pada situs Lapas Kelas IIA Sragen mendapat apresiasi langsung dari pihak lembaga. Rais diundang ke lapas setempat pada Selasa, 29 September 2026. Ia menerima sertifikat apresiasi dari Kepala Lapas Kelas IIA Sragen, Giyono.

Rais menceritakan, kerentanan di Lapas Sragen itu ia temukan saat menelusuri sejumlah situs berdomain .id menggunakan teknik Google Dorking, yakni metode pencarian informasi tertentu melalui mesin pencari.

Sementara itu, Rais mengaku belum mendapat respons dari DPRD Sragen setelah melaporkan kerentanan pada situs web lembaga tersebut.

Ketertarikan Rais terhadap teknologi informasi mulai tumbuh sejak duduk di bangku SMP. Ia mulai belajar pemrograman sekitar tahun 2021, kemudian mendalami keamanan siber secara lebih serius sejak 2022, ketika berusia 13 tahun.

Rais merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Rois Fathurohim dan Sarah. Ayahnya bekerja sebagai network engineer, yang turut memperkenalkannya pada dunia teknologi.

Meski telah mendapat pengakuan atas temuannya, Rais mengaku belum puas dengan pengetahuan yang dimilikinya. Ia bercita-cita menjadi profesional keamanan siber dan berniat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi untuk memperdalam keahliannya.

"Saya belum puas dengan ilmu yang saya dapat saat ini. Saya ingin melanjutkan pendidikan ke Universitas Airlangga (Unair) atau Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN)," tutur Rais.

Rais berharap dapat memanfaatkan kemampuan yang dimilikinya untuk membantu berbagai lembaga mengidentifikasi serta memperbaiki kelemahan sistem digital mereka.

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK