Jelajahi BDT NEWS

Sarapan Cokelat Baik untuk Pascamenopause? Ini Studinya

Sarapan cokelat ternyata membawa manfaat lebih bagi perempuan dalam fase pascamenopause. Simak studi dan cara konsumsinya berikut ini.

cnnindonesia.com (Sumber) via CNN Gaya Hidup Kesehatan • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 1 jam yang lalu
3 menit baca 0

Berdasarkan informasi yang kami himpun,

Jakarta, BeritaDuniaTerbaru.com --

Sarapan cokelat turunkan gula darah dan lingkar perut

Menurut sebuah studi yang diterbitkan di The FASEB Journal (2021), mengonsumsi cokelat di pagi hari dapat menurunkan lingkar pinggang wanita pascamenopause.

Sebanyak 19 wanita yang berada di fase pascamenopause berpartisipasi dalam studi tersebut. Mereka mengonsumsi 100 gram cokelat susu yang mengandung 542 kalori per porsi selama dua minggu.

Lalu, apa manfaatnya sarapan cokelat bagi wanita setelah menopause? Simak ulasan berikut ini:

Menurut sebuah studi di jurnal Oxidative Medicine and Cellular Longevity pada 2012, disebutkan polifenol pada kakao bisa mengurangi risiko kematian dampak penyakit kardiovaskular, mencegah inflamasi, gangguan metabolisme, hingga kanker.

"Cokelat hitam juga biasanya lebih rendah gula dan lebih tinggi serat, yang cenderung lebih baik untuk gula darah daripada cokelat susu. Pilihlah cokelat hitam dengan setidaknya 75 hingga 80 persen padatan kakao, karena mengandung lebih banyak flavonol," tutur Zenker.

Para peneliti memang tidak menemukan perubahan signifikan pada berat badan di semua kelompok. Namun kadar glukosa puasa lebih tinggi 4,9 persen pada kelompok yang mengonsumsi di malam hari ketimbang pagi hari.

Makanan manis termasuk cokelat biasanya dihindari orang-orang yang sedang menjaga kadar gula darahnya, terutama saat sarapan. Namun cokelat rupanya menawarkan banyak kegunaan bagi wanita yang sudah mengalami menopause. Kok, bisa?

Meski hasilnya menggembirakan, mahir gizi Avery Zenker mengingatkan ini merupakan penelitian skala kecil. Perlu ada penelitian lebih lanjut untuk membuktikan klaim studi ini.

"Bukti yang ada menunjukkan, flavanol dalam kakao memiliki efek antioksidan yang dapat meningkatkan kesehatan metabolisme dan sensitivitas insulin," kata Zenker, dilansir Woman's World.

(rti)

"Peserta yang mengonsumsi cokelat di pagi hari mungkin telah mengonsumsi sebagian besar kalori harian mereka di awal hari dibandingkan dengan mereka yang makan cokelat di malam hari," tutur Zenker.

Cara makan cokelat di pagi hari

Zenker memberikan tips bagaimana cara sarapan dengan cokelat supaya tetap bisa mendapat manfaatnya tanpa perlu kelebihan kalori dan asupan gula.

Selain itu, wanita yang sarapan cokelat juga mengalami penurunan lingkar pinggang hingga 1,7 persen dan melaporkan merasa kurang lapar seharian.

Pada dasarnya, cokelat itu sendiri memang memiliki sejumlah kegunaan bagi tubuh. Salah satunya kandungan polifenolnya.

2. Pasangkan dengan serat dan protein

Untuk memaksimalkan manfaatnya, padukan cokelat hitam dengan serat dan protein saat sarapan untuk memperlambat respons gula darah. Zenker merekomendasikan 20-30 gram cokelat ke sarapan seimbang yang mengandung protein dan serat.

1. Pilih cokelat hitam

Ketimbang makan cokelat susu, cobalah pilih cokelat hitam atau yang kadar kakaonya lebih tinggi. Menurut Zenker, kegunaan kesehatan cokelat hitam lebih konsisten.

Para peserta dibagi dalam kelompok yang mengonsumsi cokelat susu pada satu jam setelah bangun tidur, satu jam sebelum tidur, dan tidak mengonsumsi cokelat sama sekali.

"Serat ditemukan dalam sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan biji-bijian," ucap Zenker.

Adapun kandungan polifenol dalam cokelat susu tak lebih tinggi ketimbang cokelat hitam. Namun Zenker juga setuju mengonsumsi cokelat di pagi hari bisa mengurangi kemauan untuk konsumsi makanan manis.

Menikmati makanan manis di pagi hari rupanya dapat membantu mengurangi emosi kekurangan makanan.

Adapun mengonsumsi cokelat di pagi hari malah menurunkan kadar glukosa puasa sebesar 4,4 persen dibanding yang tak mengonsumsinya sama sekali.

Itu dia kegunaan sarapan cokelat dan bagaimana cara mengonsumsinya bagi wanita pascamenopause. Bagi yang memiliki kondisi unik seperti diabetes, sebaiknya konsultasikan terlebih dulu tambahan asupan ini dengan mahir terkait.

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK