Jelajahi BDT NEWS

Gegara Kabut Asap Karhutla RI, Sekolah di Malaysia Kembali Ditutup Sementara 5 Hari

Sekolah-sekolah di Malaysia ditutup lima hari akibat kabut asap dari karhutla di Indonesia. Kualitas udara memburuk, kesehatan masyarakat menjadi prioritas.

health.detik.com (Sumber) via Detik Health • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 1 jam yang lalu
3 menit baca 0

Dalam perkembangan terbaru yang kami liput,

Jakarta -

Sekolah-sekolah di Johor, Malaysia, kembali ditutup selama lima hari mulai Senin (19/10/2026) dampak kabut asap dari kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Indonesia yang membahayakan kesehatan.

Dia mengatakan perpanjangan penutupan sekolah tersebut akan tetap bergantung pada perkembangan kualitas udara, prakiraan cuaca, dan hasil penilaian kesehatan yang sedang berlangsung.

Naqib mengatakan Departemen Pendidikan Johor akan meninjau SOP setiap hari sesuai dengan arahan Kementerian Pendidikan Malaysia.


Pasir Gudang di Johor mencatat indeks pencemaran udara (API) tertinggi di Malaysia, ialah 190, per Minggu pukul 08.00 waktu setempat. Angka tersebut menempatkannya dalam kategori tidak sehat, menurut Departemen Lingkungan Hidup Malaysia.

Johor menjadi negara bagian yang paling terdampak, dengan delapan stasiun pemantauan mencatat kualitas udara dalam kategori tidak sehat.

"Laporan pemantauan menunjukkan bahwa pembacaan Indeks Pencemaran Udara (API) masih berada pada tingkat yang mengkhawatirkan, tanpa perbaikan yang signifikan," kata Naqib, dikutip CNA.

Namun, pengecualian terbatas dapat diberikan kepada siswa yang akan mengikuti ujian dan penilaian.

"Sepanjang Oktober, tercatat 30.648 kasus asma dan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) di negara bagian tersebut. Jumlah ini meningkat 20,7 persen secara mingguan," katanya, seperti dikutip media setempat.

"Pengecualian ini wajib dikoordinasikan oleh Departemen Pendidikan Johor (JPNJ) dan dilaksanakan dengan mematuhi prosedur operasional standar (SOP) kesehatan secara ketat. Tidak ada kegiatan tambahan yang diizinkan," ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah Johor telah memerintahkan seluruh sekolah untuk tutup selama dua hari mulai 8 Oktober. Penutupan kemudian diperpanjang selama lima hari bagi lembaga pendidikan mulai 12 Oktober.

Dia menambahkan, kegiatan berguru mengajar dari rumah (PdPR) akan tetap melangkah selama sekolah ditutup, sesuai dengan Manual PdPR Versi 2.0 yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan Malaysia.

Berdasarkan skala API Malaysia, nomor 101-200 dikategorikan sebagai tidak sehat, sedangkan nomor di atas 200 masuk kategori sangat tidak sehat.

Departemen tersebut juga akan memperoleh informasi terbaru dari lembaga pemeriksaan kementerian untuk mengoordinasikan jadwal ujian dan penilaian bagi sekolah negeri maupun sekolah keyakinan di Johor.

Dia juga merekomendasikan penerapan langkah-langkah pencegahan yang lebih menyeluruh, terutama bagi anak-anak dan golongan rentan.

Di Lembah Klang, meskipun hujan deras baru-baru ini mengguyur area tersebut, Johan Setia mencatat indeks 163, disusul Shah Alam (161), Klang (159), Petaling Jaya (157), dan Banting (156).
Sementara itu, di Kuala Lumpur, Cheras mencatat indeks 156 dan Batu Muda 155. Adapun Putrajaya mencatat indeks 159.

Berdasarkan portal Sistem Manajemen Indeks Pencemaran Udara milik Departemen Lingkungan Hidup Malaysia, daerah lain di Johor yang terdampak meliputi Larkin dengan indeks 181, Kota Tinggi (181), Pengerang (178), Batu Pahat (169), Kluang (163), Tangkak (160), dan Segamat (157).

Naqib menekankan pentingnya mengenakan masker dan mematuhi seluruh panduan kesehatan yang telah ditetapkan. Menurutnya, otoritas kesehatan telah menyampaikan kekhawatiran terkait risiko kesehatan dampak paparan polusi udara dalam waktu lama.

Ketua Komite Pendidikan dan Informasi Negara Bagian Johor, Muhammad Naqib Md Ghazali, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah rapat Komite Koordinasi Penanganan Kabut Asap Johor pada Sabtu siang.

Naqib menyebut kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Pemangku Raja Johor, Tunku Mahkota Ismail. Keputusan itu juga mencerminkan komitmen pemerintah negara bagian untuk memprioritaskan kesehatan dan keselamatan masyarakat.

(suc/suc)

Nantikan update terbaru dari tim kami.

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK