Jelajahi BDT NEWS

Polres Siak Selidiki Kematian Gajah di PLG Minas, BBKSDA Riau Hentikan Pakan Pelepah Sawit

SIAK - Kematian beruntun dua ekor gajah binaan di Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas, Kabupaten Siak, Riau, memicu langkah investigasi dari aparat kepolisian setempat. Penyelidikan oleh jajaran Polres Siak ini berfokus pada polemik pemberian pelepah kelapa sawit sebagai pakan...

goriau.com (Sumber) via GoRiau Berita • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 8 jam yang lalu
2 menit baca 0

SIAK - Kematian beruntun dua ekor gajah budidaya di Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas, Kabupaten Siak, Riau, mendorong aparat kepolisian setempat melakukan penyelidikian. Jajaran Resorts Police Siak tengah menelusuri polemik pemberian pelepah kelapa sawit sebagai pakan tambahan yang diduga memengaruhi kesehatan satwa dilindungi itu.

Kapolres Siak, AKP Sepuh Siregar, membenarkan bahwa jajarannya tengah mendalami proses perencanaan hingga teknis pelaksanaan penyediaan pelepah sawit bagi gajah budidaya. Tahapan hulu pemeriksaan mencakup proses pengadaan dan distribusi pakan.

"Sejumlah orang yang berkaitan dengan pengadaan pakan juga telah diperiksa," katanya saat dikonfirmasi, Jumat (16/10).

Pada sisi hilir, kedepartemen hukum masih mengumpukan keterangan untuk menelusuri ada atau tidaknya hubungan langsung antara konsumsi dedaunan sawit dengan kematian gajah bernama Diego. Dokumen hasil nekropsi (bedah bangkai) Diego masih dalam proses pengerjaan oleh tim medis saat berita ini disusun.

"Dengan demikian, dugaan hubungan antara pelepah sawit dan kematian gajah belum dapat dinyatakan sebagai kesimpulan hukum maupun kesimpulan medis," terang Siregar.

Menyusul temuan di lapangan, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengambil langkah taktis terkait asupan nutrisi satwa. Otoritas kehutanan wilayah itu resmi mencoret pelepah kelapa sawit dari daftar menu harian gajah budidaya.

"Iya benar. Sudah dihentikan (pemberian pakan pelepah sawit kepada gajah)," tegas Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin.

Evaluasi pola makan ini tidak lepas dari kesamaan rekam medis dua gajah yang mati setelah mengalami gangguan saluran pencernaan. Gajah jantan berusia 46 tahun bernama Jovi lebih dulu mati, Senin (3/8/2026) pukul 20.47 WIB, setelah menjalani perawatan intensif selama 34 hari akibat komplikasi infeksi saluran pencernaan, pernapasan atas, dan kelemahan otot berat (myopathy).

Sekitar satu setengah bulan berselang, gajah Sumatera berusia 17 tahun bernama Diego menyusul mati, Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Hasil nekropsi Diego turut mengindikasikan dugaan infeksi kronis pada saluran pencernaannya.

Selain pelepah sawit, gajah di PLG Minas sebelumnya rutin mendapatkan pasokan pelepah pisang, batang jagung, serta kalori tambahan berupa gula, beras, dedak, dan garam. Menu pelepah sawit belakangan disorot secara khusus menyusul adanya laporan perubahan perilaku makan pada gajah binaannya yang lain bernama Dayang.

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK