Jelajahi BDT NEWS

PGN Gagas Beli Gas Biometana 15 Tahun, Investasi Proyek Tembus Rp 90,2 Miliar

Perjanjian antara PGN Gagas dengan reNIKOLAPrimer Satu memberikan kepastian penyerapan gas.

liputan6.com (Sumber) via Liputan6 Bisnis • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 1 jam yang lalu
2 menit baca 0

BeritaDuniaTerbaru.com, Jakarta - PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) resmi menandatangani perjanjian pembelian gas biometana terkompresi (compressed biomethane gas/CBG) jangka panjang selama 15 tahun dengan PT reNIKOLA Primer Satu. Kesepakatan ini ditujukan untuk pasokan energi terbarukan yang bersumber dari limbah cair pabrik kelapa sawit di Sumatera Utara.

Proyek ini memerlukan investasi lebih dari US$ 5 juta atau setara Rp 90,26 miliar dengan asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran Rp 18.050. Operasi komersial ditargetkan mulai berjalan pada kuartal II 2028.

Berdasarkan perjanjian tersebut, PGN Gagas memperoleh kepastian penyerapan gas dengan kapasitas produksi lebih dari 102.000 MMBtu per tahun. Proyek ini dikembangkan bekerja sama dengan PT Karya Pratama Niagajaya (KPNJ), anak usaha PT Mahkota Group Tbk.

Selain menambah porsi energi terbarukan, proyek ini diproyeksikan mampu menghindari emisi gas rumah kaca sekitar 28.000 ton setara karbon dioksida per tahun. Pemanfaatan gas metana dari limbah industri kelapa sawit yang berpotensi terlepas ke atmosfer diharapkan turut menciptakan nilai ekonomi baru.

"Kami berada di jalur yang tepat untuk mengembangkan 40 fasilitas produksi biometana di seluruh Indonesia dalam dua hingga tiga tahun ke depan," tutur Director PT RPS, Amran Yusof, di Jakarta, Minggu (18/10/2026).

Secara skema, fasilitas pengolahan anaerobik dan pemurnian biometana ini dibangun oleh reNIKOLA melalui mekanisme Build-Own-Operate-Transfer (BOOT). Perusahaan menargetkan proyek tersebut menjadi fasilitas CBG ke-10 yang dikembangkan di Indonesia.

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK