Jelajahi BDT NEWS

Transaksi ISEF 2026 Tembus Rp 3,2 Triliun, BI Genjot Pembiayaan Produktif

Bank Indonesia (BI) memacu ekonomi syariah dengan tiga langkah.

liputan6.com (Sumber) via Liputan6 Bisnis • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 1 jam yang lalu
2 menit baca 0

BeritaDuniaTerbaru.com, Jakarta — Festival Ekonomi Syariah Indonesia (ISEF) ke-13 resmi dibuka di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, pada Rabu (14/10/2026). Dalam kesempatan itu, Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Drajad Wibowo menegaskan pentingnya ekonomi syariah sebagai pendorong utama target pertumbuhan ekonomi nasional.

Drajad mengungkapkan, ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk mengerek pertumbuhan ekonomi nasional menuju 6% pada 2027 dan 8% dalam jangka menengah. Pernyataan itu disampaikan di tengah kontribusi nyata sektor ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

"Ekonomi syariah itu menjadi salah satu andalan bagi kita untuk mencapai pertumbuhan 6% tahun 2027 dan 8% di jangka menengah, sebagai bagian dari peningkatan daya saing," kata Drajad dalam upacara pembukaan acara.

Data menunjukkan ekonomi syariah berkontribusi hampir 25% terhadap PDB Indonesia atau setara Rp 1.524 triliun pada kuartal IV 2025. Aset keuangan syariah Indonesia sendiri telah mencapai Rp 3.131 triliun,占有 pangsa 11,36% dari total aset keuangan nasional. Posisi ini menjadikan Indonesia berada di peringkat ketiga dunia berdasarkan nilai aset sukuk.

Namun, di balik capaian tersebut, tantangan besar masih membayangi pengembangan industri keuangan syariah di tanah air. Tingkat literasi keuangan syariah berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 tercatat di angka 43%, sementara tingkat inklusinya baru mencapai 13,24%.

Pada Agustus 2026, pembiayaan perbankan syariah tercatat Rp 758 triliun dengan pertumbuhan 11,6% secara tahunan. Meski tumbuh double digit, pangsa pasar perbankan syariah yang baru 7,44% menunjukkan bahwa ruang pengembangan pembiayaan syariah di Indonesia masih sangat luas.

Untuk meningkatkan kontribusi sektor tersebut, pemerintah telah menyiapkan sejumlah strategi. Di antaranya penguatan industri halal dan UMKM, peningkatan ekspor, perluasan kerja sama internasional, penguatan ekosistem halal, pengembangan keuangan syariah, serta optimalisasi dana sosial syariah.

"Pesan dari ekonomi syariah itu salah satunya adalah fair and just trade antar kita semua," tegas Drajad.

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK