Berdasarkan pemantauan kami,
Surabaya, BeritaDuniaTerbaru.com --
Khofifah mengatakan Pemprov Jatim telah menyiapkan dukungan bagi keluarga korban. Masing-masing keluarga dari empat korban yang gugur akan menerima uang santunan senilai Rp10 juta rupiah.
Empat petugas yang gugur dalam peristiwa itu ialah Sukaris (55) dan Hendra Rony Wagiyanata dari petugas TNBTS. Kemudian Wisnu Yuda Pratama (25) dan Sefriel Ardiansyah (19) yang merupakan sekuriti hotel di sekitar lokasi kejadian
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa buka bunyi usai empat personel petugas campuran tewas saat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), tepatnya di Pusung Lingker-Probolinggo.
Keduanya hingga sekarang masih menjalani perawatan intensif di RSUD Dr Soetomo, Surabaya, dampak luka bakar yang mereka derita.
(frd/dal)
Menyusul kejadian ini, Khofifah mendesak seluruh tim penanggulangan supaya lebih mengutamakan prosedur keselamatan personel di lapangan sebab kondisi karhutla bisa berubah drastis. Ia juga mengingatkan masyarakat luas untuk lebih waspada dan tidak melakukan tindakan yang memicu titik api baru di area rentan.
"Semoga santunan ini dapat sedikit membantu keluarga yang ditinggalkan. Kami memahami bahwa dukungan materi tidak akan dapat menggantikan kehilangan orang-orang tercinta, tetapi kami berkeinginan support ini dapat meringankan beban keluarga yang sedang berduka," ucap Khofifah kepada wartawan, Jumat (16/10).
Sebelumnya, empat personel petugas campuran tewas dalam peristiwa penanganan kebakaran di area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), tepatnya di Pusung Lingker-Probolinggo, Kamis (15/10).
Keempat korban jiwa itu ialah petugas Balai Besar TNBTS berjulukan Sukaris (55) dan Hendra Rony Wagiyanata dari petugas TNBTS. Kemudian Wisnu Yuda Pratama (25) dan Sefriel Ardiansyah (19) yang merupakan sekuriti hotel di sekitar lokasi kejadian.
Selain korban meninggal, kejadian kebakaran tersebut juga mengakibatkan dua personel mengalami luka-luka. Yakni Munawi dari satuan Masyarakat Peduli Api dan Suraji yang berprofesi sebagai sekuriti di hotel sekitar lokasi karhutla.
"Bromo merupakan salah satu kekayaan alam yang menjadi kebanggaan Jawa Timur dan Indonesia. Menjaganya ialah tanggung jawab kita bersama. Semoga musibah ini menjadi pengingat bagi kita untuk semakin peduli terhadap kelestarian alam, sekaligus memberikan perhatian besar terhadap keselamatan setiap personel yang bertugas dalam penanganan bencana," pungkas Khofifah.
Berdasarkan catatan kami, informasi ini penting untuk diketahui masyarakat luas.