Jelajahi BDT NEWS

Ada Kedai Roti di Bandung yang Ramainya Nggak Kenal Jam

Kedai Roti Ibu Saya di Bandung jadi tempat nongkrong favorit. Dengan menu ramah kantong dan suasana vintage, kedai ini selalu ramai hingga larut malam.

travel.detik.com (Sumber) via Detik Travel • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 1 jam yang lalu
3 menit baca 0

Seperti yang telah kami laporkan,

Bandung -

"Milk bun yang teksturnya sangat lembut dan tidak bikin enek itu wajib dicoba," kata Septia.

Sekitar pukul 21.00, ketika sebagian orang mulai bersiap beristirahat di rumah, suasana berbeda justru terlihat di warung ini. Pengunjung masih berdatangan dan antre memesan makanan.

Malam makin larut, tapi Kedai Roti Ibu Saya di Bandung justru makin ramai. Dari anak sekolah hingga mahasiswa, mereka rela mengantre demi nongkrong di warung vintage dengan menu yang ramah di kantong.

Kombinasi itu membuat keramaian tak pernah surut, bahkan saat weekday.

Pernyataan senada diungkapkan oleh Arina (16), seorang pelajar yang sering menghabiskan waktu selepas jam sekolah di warung ini. Menurutnya, variasi menu di sini sangat lengkap, termasuk pizza meat ukuran besar bernilai Rp 13.000 yang sangat pas untuk dinikmati berbareng teman.

Jadi, kalau kamu sedang mencari tempat nongkrong yang nyaman untuk menghabiskan waktu di akhir pekan maupun di sela-sela hari kerja, tempat ini wajib masuk ke dalam daftar kunjunganmu. Jangan heran kalau kamu wajib rela ikut mengantre, ya!

"Karena aku anak kos ya, jadi lebih milih ke harga aja si. Soalnya tempat ini harga nya kantong mahasiswa banget, selain itu juga tempat nya estetik sih kata aku, kaya vintage gitu, berasa langsung ke warung ibunda banget," ujar Septia.

"Makanannya kali, ya. Makanannya enak dan harganya pas buat pelajar banget, terus tempatnya enak banget bisa buat nongkrong sama kawan teman, luas juga kan tempat nya...," kata Arina.

Ditambah dengan berbagai pajangan BeritaDuniaTerbaru.com dulu yang terpajang manis, visitor seakan diajak bernostalgia ke masa lalu dalam balutan suasana hangat yang berasa seperti di warung ibunda sendiri.

Mereka yang datang beragam. Ada pelajar berseragam yang baru selesai mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, sekumpulan mahasiswa, pasangan muda, pekerja kantoran bergaya milenial, hingga sanak kerabat yang menikmati makan malam bersama.

Bagi yang mencari menu berat untuk makan malam, tersedia pula pilihan sedap seperti mie jawa serta mie Aceh, baik jenis goreng maupun kuah, dengan cita rasa yang memuaskan.

Selain itu, warung ini juga memanjakan lidah lewat ragam menunya yang melimpah. Mulai dari jejeran jenis roti klasik yang dipajang rapi untuk dipilih dan diperjualbelikan, beraneka dessert cantik yang menggugah selera, hingga variasi minuman yang menyegarkan.

Kebersihannya pun terjaga dengan sangat baik di setiap perspektif ruangan kendati visitor datang tiada henti.

Daya tarik yang langsung memikat mata begitu menginjakkan kaki di warung ini adalah konsep bangunannya yang kental dengan nuansa vintage dan estetik. Sentuhan klasiknya terasa begitu konsisten, bahkan hingga ke area privat seperti kamar mandi yang turut didesain senada.

Dia juga mengungkapkan bahwa ulasan positif di TikTok turut membuat tempat ini kian populer di kalangan anak muda Bandung.

Keramaian tersebut membuat Kedai Roti Ibu Saya terasa bukan sekadar tempat makan, tetapi berubah menjadi salah satu ruang berkumpul yang digemari berbagai kalangan di jantung kota Bandung.

Septia (20), seorang mahasiswa sekaligus anak kos, mengaku menjadikan tempat ini sebagai pelarian favorit. Selain faktor-faktor itu, harga makanan dan minuman relatif berkawan dengan dompet pelajar dan mahasiswa.

Nantikan update terbaru dari tim kami.

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK