Menurut data yang kami peroleh,
Jakarta -
Pada musim perdananya, Van Gastel cukup bersaing di papan atas pada awal kompetisi. Meski setelahnya menurun, PSIM masih bisa bertahan di papan tengah dan mengakhiri kejuaraan di peringkat ke-11.
Van Gastel menjadi pembimbing kedua yang kehilangan pekerjaan di Super League. Sebelumnya, Persijap Jepara menyudahi kerja sama dengan Mario Lemos pada 15 Oktober 2026. Untuk sementara, Antonio Claudio yang menangani Laskar Kalinyamat.
"Menanggapi situasi yang ada, tugas saya sebagai direktur utama ialah memastikan keamanan dan keberlangsungan PSIM," kata Direktur Utama PSIM Jogja, Yuliana Tasno, dikutip dari laman klub.
Namun, semuanya berubah di awal musim ini. PSIM empat kali kalah dan hanya bisa meraih satu kali seri sehingga tertahan di peringkat ke-16 alias area degradasi dengan satu poin saja.
Manajemen tetap mempertahankan staf kepelatihan dengan pemantauan rutin terkait kemampuan mereka. Adapun asisten pembimbing Guntur Cahyo Utomo ditunjuk sebagai pembimbing sementara (caretaker).
PSIM Yogyakarta akhirnya memutuskan pisah jalan dengan Jean-Paul van Gastel. Meneer Belanda itu menjadi pembimbing kedua yang dipecat di Super League musim ini.
"Untuk posisi caretaker, kami menunjuk Coach Guntur berbareng tim analis untuk memimpin tim sementara waktu. Kami juga akan bekerja sigap dalam kurun waktu di bawah satu bulan untuk mendapatkan pembimbing kepala yang baru sesuai pemisah maksimal regulasi, ialah satu bulan," tutur Liana.
(mro/cas)
Pemutusan hubungan kerja ini mengakhiri kebersamaan kedua belah pihak yang sudah terjalin selama 16 bulan. Pelatih asal Belanda itu ditunjuk menangani tim pada pertengahan 2025 sebelum Super League 2025/26.
Kondisi itu menciptakan golongan setia PSIM gusar. Mereka menuntut untuk memecat Van Gastel, yang sekarang akhirnya dikabulkan oleh manajemen PSIM lewat pengumuman klub, Sabtu (17/10/2026).
Lebih lanjut, Liana yang mewakili manajemen menuturkan permohonan maaf atas performa tim yang belum dapat memenuhi angan dan kemauan para pendukung PSIM Jogja. Liana juga menjelaskan bahwa pengakhiran kerja sama hanya dilakukan untuk kursi pembimbing kepala.
"Oleh karena itu, saya dan manajemen PSIM memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Head Coach JP (Jean-Paul)," ujarnya menambahkan.
Berdasarkan catatan kami, informasi ini penting untuk diketahui masyarakat luas.