Jakarta, BeritaDuniaTerbaru.com --
Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan lelucon terkait nama Mohammad saat kampanye pemilu sela di Dalton, Georgia, Jumat (16/10). Dalam pidatonya, dia mengejek soal kepresidenan Iran dengan menjadikan nama Mohammad sebagai bahan candaan.
"Anda tahu, jika Anda ragu dengan nama seseorang dari Timur Tengah, ucapkan saja 'Mohammad,'" kata Trump saat berpidato.
"Anda mempunyai peluang sekitar 65%. 'Halo, Mohammad.' Saya sudah melakukannya selama bertahun-tahun sekarang. Saya tidak pernah salah," katanya sebagaimana dilaporkan Reuters.
Trump melontarkan pernyataan itu ketika membahas Iran. "Iran adalah satu-satunya negara di mana tidak ada seorang pun yang ingin menjadi presiden," sebutnya.
Dia kemudian berpura-pura bertanya kepada beberapa orang bernama Mohammad, apakah mereka menginginkan jabatan tersebut. Namun penonton yang hadir tidak menanggapi candaan tersebut.
Aktivis hak asasi manusia dan kelompok advokasi Muslim secara berulang mengkritik Trump karena retorika yang kerap menyinggung komunitas Muslim, imigran, dan etnis minoritas.
Retorika tersebut semakin meningkat selama musim kampanye paruh waktu, khususnya terhadap warga Somalia dan Muslim Amerika Serikat, termasuk kandidat Senat AS dari Partai Demokrat Muslim Abdul El-Sayed serta Ilhan Omar, seorang legislator Partai Demokrat asal Minnesota yang datang ke AS sebagai pengungsi Somalia.
Laporan tahunan Dewan Hubungan Islam Amerika (CAIR) yang dirilis awal tahun ini menyebut meningkatnya Islamofobia di AS sebagian disebabkan oleh kebijakan keras Trump terhadap imigrasi.
(dna)