Jakarta, BeritaDuniaTerbaru.com -- Paus Leo XIV kembali ke Vatikan pada Sabtu (17/10) sore, empat hari setelah menjalani operasi kanker paru-paru di Rumah Sakit Gemelli, Roma. Kepulangan ini sekaligus meredam spekulasi publik soal masa depan masa kepausannya yang baru berjalan 17 bulan.
Paus berusia 71 tahun itu berjalan tanpa bantuan menuju kendaraan pribadinya dan melambai kepada warga yang围观 di sekitar rumah sakit, sebagaimana dilaporkan Reuters. Ia bahkan menyempatkan diri berbincang dengan Varvara, remaja putri 13 tahun asal Ukraina yang sedang menjalani pengobatan kanker di Italia.
Dari jendela SUV hitam yang membawanya, Paus terlihat tersenyum lebar dan melambai. Setibanya di Vatikan, ia kembali melambai kepada kerumunan yang menunggu, meski tidak memberikan pernyataan kepada siapa pun.
Pada hari yang sama, tim dokter menyampaikan bahwa Paus dinyatakan cukup sehat untuk dipulangkan. Kesimpulan itu diambil setelah rangkaian tes darah dan pemeriksaan pencitraan dada terbaru. Tim medis menilai Paus mampu menjalani aktivitas harian secara mandiri.
Diagnosis adenokarsinoma
Paus menjalani operasi pengangkatan lobus bawah paru-paru kanannya pada Selasa (13/10). Hasil diagnosis menyebutkan ia mengidap adenokarsinoma paru, jenis kanker paru yang paling umum ditemukan. Tim dokter menyatakan operasi berlangsung sukses tanpa komplikasi.
Kendati demikian, tim medis belum mengungkapkan ukuran tumor maupun ada tidaknya penyebaran ke kelenjar getah bening. Dua faktor itu diketahui menjadi penentu utama dalam menentukan prognosis pasien.
Diagnosis tersebut mengejutkan banyak pihak. Paus Leo XIV dikenal sebagai sosok yang relatif muda dan energik, serta baru terpilih sebagai paus pada Mei 2025.
Agenda tetap padat
Meskipun baru menjalani operasi besar, sejumlah agenda penting telah menunggu Paus. Penampilan publik pertamanya setelah operasi dijadwalkan pada Minggu (18/10) pukul 12.00 waktu setempat, saat ia memimpin doa mingguan bersama peziarah di Lapangan Santo Petrus.
Pada Jumat (16/10), Paus diketahui telah menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin dan mendesak gencatan senjata agar bantuan penting dapat masuk ke Oleshky, kota di Ukraina yang kini berada di bawah kendali Rusia.
Kendati begitu, persiapan lawatan Paus Leo XIV ke Uruguay, Argentina, dan Peru pada 6 hingga 17 November tetap berlanjut. Berdasarkan catatan Reuters, lawatan itu termasuk salah satu agenda terpadat bagi seorang paus dalam beberapa dekade.
Sekretaris Negara Vatikan Kardinal Pietro Parolin memastikan agenda tersebut masih berjalan, namun menyebut Paus mungkin perlu menyesuaikan ritme kerjanya ke depan sesuai kondisi kesehatannya. Sejumlah kardinal lain juga mulai terbuka menyampaikan preocupaciones terkait kesehatan Paus.
(fea)