Jelajahi BDT NEWS

Transaksi Naik 109%, PT KBI Tingkatkan Literasi Perdagangan Berjangka

PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) dorong literasi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) 2026 usai borong tiga penghargaan kinerja BUMN.

liputan6.com (Sumber) via Liputan6 Bisnis • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 6 jam yang lalu
2 menit baca 0

BeritaDuniaTerbaru.com, Jakarta — PT Kliring Berjangka Indonesia (PT KBI) menegaskan komitmennya dalam memperkuat industri Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) nasional melalui peningkatan literasi masyarakat dan keberlanjutan kinerja perusahaan. Langkah ini menjadi momentum utama menyambut Bulan Literasi PBK 2026 yang mengusung tema "Smart Traders, Wise Choices: Navigating Commodity Futures in the Digital Era".

Lewat agenda tahunan ini, masyarakat diajak untuk memahami mekanisme pasar berjangka komoditi secara komprehensif, mulai dari mengenali potensi keuntungan hingga mengelola risiko investasi secara bijak di era serba digital.

Komitmen pembenahan ekosistem tersebut berbanding lurus dengan raihan impresif perusahaan. PT KBI berhasil menyabet tiga penghargaan dalam ajang The Asian Post Best State-owned Enterprise 2026 yang diselenggarakan oleh Infobank pada rangkaian Indonesia Collaborative Forum 2026.

Tiga kategori yang diraih yakni The Excellent Performance State-Owned Enterprise Subsidiary for 5 Consecutive Years: 2022–2026, The Most Efficient Company Subsidiary of State-Owned Company, serta The Excellent Performance State-Owned Enterprise Subsidiary 2026.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko merangkap Plt. Direktur Utama PT KBI, Adiyasa Suhadibroto, menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi pemacu untuk terus mempertahankan performa bisnis perusahaan.

"Penghargaan ini menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi PT KBI untuk terus menjaga kinerja, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan. Sejalan dengan semangat Bulan Literasi PBK 2026, kami meyakini bahwa industri yang kuat tidak hanya ditopang oleh kinerja yang baik, tetapi juga oleh pemahaman masyarakat yang memadai mengenai mekanisme perdagangan dan risiko yang menyertainya,"ujar Adiyasa dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/10/2026).

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK