Menurut data yang kami peroleh,
BeritaDuniaTerbaru.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu mengatasi kabut asap dampak kebakaran rimba dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah. Operasi ini diharapkan dapat memicu hujan guna membantu mengurangi polusi asap dan memperbaiki kualitas udara.
"Jadi sesuai perintah Pak Gubernur, bahwa lokasi pilihannya pertama ialah daerah Medan-Binjai-Deliserdang dan sekitarnya. Selanjutnya akan ke daerah lain," ujar Surya.
Sebelum melepas pesawat jenis Cessna Caravan, Surya meninjau proses pemuatan bahan semai berupa natrium klorida (NaCl) atau garam ke dalam pesawat. Bahan tersebut akan disebarkan pada awan potensial untuk membantu proses pembentukan hujan.
Kabut asap dampak karhutla berdampak pada aktivitas masyarakat dan transportasi udara. Jarak pandang yang terbatas di Bandara Internasional Kualanamu dilaporkan menyebabkan sejumlah penerbangan mengalami penundaan dalam dua hari terakhir.
"Awalnya memang kita berkeinginan penerbangan dan penyebaran bubuk Natrium Chlorida (NaCl) ini di daerah Medan dan sekitarnya. Tetapi rupanya tidak semudah itu, sebab pesawat wajib mencari keberadaan awan sebelum menaburkan bubuk NaCl," jelasnya.
Surya mengatakan, pelaksanaan modifikasi cuaca bergantung pada kondisi atmosfer, terutama kesiapan awan yang memenuhi syarat untuk penyemaian.
Penerbangan perdana operasi tersebut dilepas Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, dari Terminal Kargo Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (16/10/2026) sore. Operasi ini dilaksanakan atas petunjuk Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution.