Kalimantan, BeritaDuniaTerbaru.com — Puluhan orang utan yang terancam punah berhasil diselamatkan dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa pekan terakhir.
Pada Sabtu, 17 Oktober, badan konservasi Kalimantan Barat dan organisasi nirlaba Indonesia, YIARI, menyatakan sebuah tim telah mengevakuasi 51 orang utan dari berbagai lokasi di provinsi tersebut dalam rentang waktu 6 Agustus hingga 19 Oktober.
Data Kementerian Kehutanan Indonesia yang dirilis pekan ini mengindikasikan jumlah orang utan yang diselamatkan di Kalimantan selama beberapa bulan terakhir bisa mencapai 96 ekor. Namun, pihak berwenang belum dapat memberikan konfirmasi lebih lanjut terkait angka tersebut.
Penyelamatan teranyar terjadi pada 17 Oktober, yakni tiga lembaga konservasi mengevakuasi seekor orang utan jantan berusia 20 tahun di Desa Hampangen, Kalimantan Tengah.
"Proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati," papar lembaga-lembaga konservasi terkait. "Setelah orang utan dibius, tim medis segera melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum membawa satwa tersebut ke pusat rehabilitasi."
Kebakaran hutan dan lahan yang telah berlangsung selama berbulan-bulan memicu polusi udara yang parah, penutupan sekolah, lonjakan gangguan pernapasan pada manusia maupun hewan, serta pembatasan aktivitas luar ruangan di sejumlah negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Timor Leste.
Pada Minggu, 18 Oktober, tingkat polusi di wilayah tersebut kembali berada dalam kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat, menyelimuti banyak area di Asia Tenggara bagian selatan dengan kabut asap beracun.
Lembaga pemantau kualitas udara berbasis di Swiss, IQAir, kembali menempatkan Singapura dan Kuala Lumpur dalam daftar lima kota besar dengan tingkat polusi tertinggi di dunia.
Situasi ini diperparah oleh fenomena cuaca El Niño yang intens,使得 kebakaran di pulau Kalimantan dan Sumatra terus menghasilkan asap dengan volume besar.
(afp/end)