Seperti yang terungkap dalam investigasi kami,
BeritaDuniaTerbaru.com, Jakarta - Penyebab diare massal di perumahan Serpong Lagoon, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan akhirnya terungkap. Dinas Kesehatan Tangsel mengungkapkan air yang digunakan penduduk terpapar kuman E-coli lebih dari 9 persen. Hasil uji sampel air terkontaminasi E-coli angkanya ada yang mencapai 955.
"Pastikan kadar sisa Flor bebas pada jam distribusi. Termasuk titik terjal pada sambungan rumah sesuai persyaratan teknis," kata Fitria.
Dinkes Tangsel merekomendasikan sementara penggunaan air yang dipasok PT Arfa Putra Soegama untuk penduduk pengguna di perum Serpong Lagoon dihentikan. Sebab kuman E-coli mencapai ratusan.
Di letak yang sama, pihak PT Arfa Putra Soegama selaku penjual jaringan air di Serpong Lagoon mengakui juga telah melakukan uji laboratorium. Meski demikian hasil kadar E-coli di bawah angka 150.
Jika tetap dipaksa, maka dapat menambah jumlah korban penyakit mual, muntah, pusing, diare serta demam tinggi. Solusi saat ini penduduk disarankan untuk mengonsumsi minum kemasan yang higienis.
"Artinya air yang disalurkan ke rumah-rumah penduduk pengguna tidak layak pakai," tegasnya.
PT Arfa Putra menyatakan kualitas baku mutu air menurun karena musim kemarau. Adapun kuman E-coli ditimbulkan dari pipa jaringan air ke rumah-rumah penduduk pelanggan.
"Idealnya kadar E-coli pada air di angka nol," ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Fitria Oriza, Sabtu (17/10/2026).
Angka 955 kadar E-coli, menurutnya, dari rumah Rizky Dewantoro penduduk Blok A. Dari hasil uji klinis juga diketahui E-coli sebesar 14 di recervoir. Di perumahan penduduk lainnya di Blok B1/11 kandungan kuman E-coli tercatat di angka 660.
"Adapun untuk penduduk edukasi untuk tandon di rumah harus sering dibersihkan. Masak, mandi dan sikat gigi tidak digunakan," beber Fitria Oriza.
Pengelola harus rutin periksa kualitas air baku. Meliputi parameter kimia dan meteorologi, pemeriksaan harian PH, TBS dan sisaflor. Pastikan pengedaran air WTP bisa kembali beroperasi setelah pemeriksaan hasil uji laboratorium memenuhi persyaratan dan perbaikan teknis telah diverifikasi oleh satuan perangkat daerah di Kota Tangsel.
Lalu, periksa jaringan perpipaan terutama dekat saluran air limbah dan atau septic tank.
Kami akan terus memantau perkembangan situasi ini.