Jelajahi BDT NEWS

Pemadaman Kebakaran Gunung Arjuno-Ringgit Terkendala Alat

Kebakaran kawasan Gunung Arjuno-Ringgit pertama kali terdeteksi pada Jumat, 16 Oktober 2026.

liputan6.com (Sumber) via Liputan6 Regional • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 6 jam yang lalu
2 menit baca 0

BeritaDuniaTerbaru.com, Pasuruan — Tim pemadaman menghadapi tantangan berat dalam menangani kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Arjuno-Ringgit, Jawa Timur. Keterbatasan peralatan, terutama ketiadaan pompa air berkapasitas besar, memaksa 27 personel gabungan melaksanakan pemadaman secara manual di medan yang terjal dan sulit dijangkau.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, membenarkan bahwa mayoritas upaya pemadaman saat ini bergantung pada tenaga personel darat yang bekerja langsung di lokasi kejadian.

"Upaya kami mengandalkan tenaga personel darat karena penggunaan pompa air berkapasitas besar belum memungkinkan," jelas Sugeng, Sabtu (17/10/2026).

Kebakaran pertama kali terdeteksi pada Jumat, 16 Oktober 2026. Dua titik api tercatat berada di kawasan Desa Jatiarjo dan Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen. Petugas berfokus mengendalikan penyebaran api agar tidak meluas ke area permukiman warga maupun kawasan konservasi di sekitarnya.

Kendala Medan dan Perlengkapan

Personel gabungan yang dikerahkan berasal dari BPBD Kabupaten Pasuruan, BPBD Jawa Timur, Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, polisi hutan, dan Manggala Agni. Posko darurat telah disiagakan di Desa Dayurejo guna memperkuat koordinasi antarunidad dalam penanganan kebakaran.

Kondisi medan yang sulit dijangkau menjadi salah satu hambatan utama dalam proses pemadaman. Selain melakukan penyisiran langsung, petugas juga membuat sekat bakar di beberapa titik untuk membatasi pergerakan api.

Sugeng menegaskan bahwa operasi pemadaman akan terus dilakukan hingga kebakaran benar-benar terkendali dan padam sepenuhnya.

"Keterbatasan peralatan memang menjadi kendala utama, tetapi kami terus bersiaga dan melakukan pemadaman manual sampai api benar-benar padam," tegas Sugeng.

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK