Jelajahi BDT NEWS

Pasar Bergejolak, Ketum BPP HIPMI Ajak Pelaku Usaha Tetap Optimistis

Ketum BPP HIPMI, Ade Jona Prasetyo, ajak masyarakat tetap optimis meski IHSG anjlok. Dia tekankan pentingnya menjaga potensi ekonomi dan kepercayaan investor.

finance.detik.com (Sumber) via Detik Finance • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 1 hari yang lalu
3 menit baca 0

BeritaDuniaTerbaru.com, Jakarta — Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Ade Jona Prasetyo, mengajak masyarakat, investor, dan pelaku usaha untuk tetap optimistis menyikapi anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (16/10). Menurut Jona, tekanan yang terjadi di pasar saham tidak boleh langsung dimaknai sebagai berakhirnya prospek perekonomian Indonesia. Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki fondasi ekonomi, potensi pasar, dan kekuatan sektor riil yang harus terus dijaga serta dikembangkan. "IHSG boleh anjlok hari ini, tetapi bukan berarti ekonomi Indonesia tamat. Kita tidak boleh kehilangan optimisme hanya karena gejolak pasar dalam satu hari,"ujar Jona dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10). Ia menambahkan, Indonesia memiliki potensi ekonomi yang besar, pengusaha yang tangguh, dan peluang investasi yang masih sangat luas. "Yang dibutuhkan sekarang adalah ketenangan, kepercayaan, dan kerja bersama,"tegasnya. Jona menilai dinamika pasar modal merupakan bagian dari mekanisme perekonomian yang dipengaruhi berbagai faktor, termasuk perkembangan ekonomi global, sentimen investor, dan kondisi pasar keuangan. Karena itu, ia mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak dalam kepanikan berlebihan yang justru dapat memperburuk sentimen dan mengganggu kepercayaan terhadap perekonomian nasional. BPP HIPMI mendukung langkah pemerintah bersama otoritas keuangan dalam menjaga stabilitas pasar, memperkuat kepercayaan investor, dan memastikan aktivitas perekonomian tetap berjalan. "Kami percaya pemerintah memiliki komitmen kuat untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Dalam situasi seperti ini, yang diperlukan bukan saling menyalahkan atau membangun ketakutan, melainkan memperkuat koordinasi, menghadirkan kebijakan yang tepat, dan memberikan kepastian kepada dunia usaha,"jelas Jona. Jona juga menekankan kondisi perekonomian Indonesia tidak dapat diukur hanya dari naik turunnya indeks saham. Aktivitas industri, perdagangan, konsumsi masyarakat, investasi produktif, hingga perkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan bagian penting dari kekuatan ekonomi nasional. Menurut Jona, selama sektor riil terus diperkuat, investasi didorong, dan kesempatan kerja diperluas, Indonesia tetap memiliki ruang besar untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. "Ekonomi Indonesia jauh lebih besar daripada angka yang bergerak di layar bursa. Ada jutaan pelaku UMKM, pekerja, industri, dan pengusaha yang setiap hari terus menggerakkan perekonomian,"katanya. "Inilah kekuatan yang harus kita jaga. Jangan sampai kepanikan sesaat membuat kita melupakan potensi besar bangsa sendiri,"sambungnya. BPP HIPMI juga mendorong agar momentum tekanan pasar ini dijadikan kesempatan untuk memperkuat fundamental perekonomian nasional, meningkatkan transparansi pasar modal, menjaga kepastian regulasi, serta mempercepat reformasi yang mendukung investasi dan daya saing Indonesia. Jona menilai optimisme harus dibangun melalui langkah konkret, bukan sekadar pernyataan. "Optimisme bukan berarti menutup mata terhadap tantangan. Justru kita harus menghadapi tantangan dengan kebijakan yang tepat, tata kelola yang semakin baik, dan keberanian untuk terus berinvestasi,"jelasnya. "HIPMI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat sektor riil dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan,"sambung Jona. Selain itu, Jona mengajak para pengusaha muda untuk tidak menghentikan langkah ekspansi dan inovasi hanya karena sentimen negatif jangka pendek, dengan tetap memperhitungkan risiko dan kondisi masing-masing usaha. Ia mengingatkan bahwa perjalanan ekonomi Indonesia telah menghadapi berbagai tantangan dan perubahan sehingga setiap tekanan harus dijadikan momentum untuk memperkuat ketahanan dan daya saing perekonomian nasional. "Hari ini IHSG boleh merah, tetapi masa depan Indonesia tidak boleh kita lihat dengan pesimisme. Pasar bisa bergejolak, namun semangat pengusaha Indonesia harus tetap menyala,"tegas Jona. "Kita dukung pemerintah, kita jaga kepercayaan investor, dan kita terus bekerja menciptakan investasi serta lapangan kerja. Indonesia tidak berhenti hanya karena satu hari yang berat di pasar saham,"pungkasnya.
Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK