Jelajahi BDT NEWS

Layanan AI DeepSeek Sempat Tumbang Lima Jam

DeepSeek mengalami gangguan sekitar lima jam pada Kamis, membuat model V4-Pro, V4.1-Flash, dan layanan chat-nya tak bisa digunakan.

cnnindonesia.com (Sumber) via CNN Teknologi • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 4 jam yang lalu
2 menit baca 0

Jakarta, BeritaDuniaTerbaru.com — Layanan AI DeepSeek mengalami gangguan selama kurang lebih lima jam pada Kamis (15/10). Layanan tidak bisa diakses sejak pukul 08.00 hingga 13.00 waktu setempat, meliputi model V4-Pro, V4.1-Flash, serta fitur obrolan (chat) milik startup kecerdasan buatan asal Tiongkok itu.

DeepSeek belum menyampaikan penyebab pasti gangguan tersebut. Namun sejumlah pihak menduga keterbatasan sumber daya komputasi menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi kejadian ini, sebagaimana dilaporkan Nikkei Asia, Sabtu (17/10).

Sebagai imbas, pelanggan berbayar mendapatkan pengembalian dana sebagian untuk periode 8 hingga 14 Oktober. Pengembalian dana itu diberikan dalam bentuk kredit untuk digunakan pada layanan mendatang. Media Tiongkok melansir salah satu contoh pengembalian dana sebesar 3.000 yuan atau sekitar Rp8,1 juta dengan kurs Rp2.698.

Gangguan yang berulang

Insiden ini bukanlah kali pertama DeepSeek mengalami gangguan dan perlambatan layanan. Perusahaan人工智能 (AI) itu pernah dilanda rentetan masalah serupa saat peluncuran model R1 pada Januari dan Februari 2025. Kala itu DeepSeek mengeklaim R1 memiliki kinerja tinggi dengan biaya yang rendah, sehingga peluncurannya turut membuat harga saham sektor teknologi di berbagai negara mengalami penurunan.

Pada 2026, gangguan layanan semakin meningkat sejak Juli dan Agustus, menyusul dirilisnya V4-Flash dan V4-Pro. Nikkei menilai gangguan yang terjadi pekan lalu masuk kategori cukup serius.

Lonjakan volume penggunaan setelah peluncuran V4.1-Flash, model berbiaya lebih rendah, pada 10 September turut menjadi faktor yang diduga berpengaruh terhadap kestabilan layanan.

Sejumlah media Tiongkok juga melaporkan adanya ketidaksesuaian antara kapasitas sumber daya komputasi dengan jumlah pengguna, sekaligus masalah dalam alokasi daya pemrosesan.

Dana investasi untuk infrastruktur

DeepSeek diperkirakan tengah menyelesaikan penggalangan dana dari investor luar dengan nilai yang bisa mencapai 100 miliar yuan atau sekitar Rp269,8 triliun. Sejumlah dana investasi asal Tiongkok serta raksasa internet Tencent Holdings termasuk di antara para investornya.

Dana tersebut kemungkinan besar akan dialokasikan untuk menambah sumber daya komputasi, termasuk pembelian chip. Namun, chip tersebut harus dipasok oleh produsen dalam negeri karena Amerika Serikat membatasi ekspor semikonduktor AI berkinerja tinggi ke Tiongkok.

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK