Jelajahi BDT NEWS

KRL INKA Masih Bermasalah, KAI Minta Perbaikan Tuntas dan Evaluasi Teknis

KAI mengevaluasi kendala KRL INKA dan meminta perbaikan tuntas demi menjaga keandalan Commuter Line Jabodetabek.

liputan6.com (Sumber) via Liputan6 Bisnis • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 1 hari yang lalu
4 menit baca 0

BeritaDuniaTerbaru.com, Jakarta — PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperketat evaluasi terhadap kendala teknis pada kereta rel listrik (KRL) produksi PT Industri Kereta Api (INKA). Langkah ini diambil untuk menjaga keandalan layanan Commuter Line di tengah meningkatnya jumlah penumpang.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menegaskan, setiap gangguan sarana yang berdampak pada perjalanan pelanggan harus ditangani secara serius. Evaluasi dilakukan untuk menemukan akar masalah dan memastikan perbaikan berjalan tuntas.

"Kami sangat memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan ketika perjalanan terganggu, terlebih pada jam sibuk saat kebutuhan mobilitas sangat tinggi. Kami menangani kendala pada KRL INKA ini dengan serius. Layanan kepada masyarakat harus tetap terjaga, aman, dan nyaman," kata Bobby.

Menurut Bobby, KAI telah meminta INKA sebagai produsen sarana untuk menindaklanjuti setiap temuan teknis berdasarkan hasil pemeriksaan dan evaluasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Kami membutuhkan tindak lanjut yang cepat dan tuntas. Setiap kendala harus diketahui akar masalahnya, kemudian diselesaikan dengan langkah korektif yang tepat. KAI akan terus mengawal proses ini sampai keandalan rangkaian benar-benar dapat dijaga dalam operasional," lanjut Bobby.

Ia menambahkan, dukungan terhadap industri perkeretaapian nasional harus diimbangi dengan upaya menjaga kualitas produk yang digunakan untuk melayani masyarakat.

"Kami mendukung kemajuan industri perkeretaapian nasional. Namun, ketika sebuah sarana sudah digunakan untuk membawa masyarakat setiap hari, standar keselamatan dan keandalannya harus dijaga secara konsisten. Ini adalah hal yang kami minta kepada INKA untuk seringkas mungkin," kata Bobby.

Dukungan Teknis dan Operasional

KAI Commuter menerima satu rangkaian sarana Kereta Rel Listrik (KRL) terbaru produksi PT Industri Kereta Api (INKA)KAI Commuter menerima satu rangkaian sarana KRL terbaru produksi INKA yang telah tiba di Jakarta untuk menjalani rangkaian uji dinamis.

KAI menyatakan terus memberikan dukungan teknis dan operasional dalam proses evaluasi serta penanganan rangkaian KRL INKA. Perusahaan juga memastikan setiap temuan ditindaklanjuti bersama pihak manufaktur.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, tujuh trainset KRL iE305/CLI-225 produksi INKA sebelumnya telah menjalani program pemeriksaan dan perawatan secara bertahap.

Rangkaian terakhir menyelesaikan program tersebut pada 5 Oktober 2026. Selanjutnya, seluruh tujuh trainset kembali mendukung pelayanan Bogor Line mulai 6 Oktober 2026.

Meski telah kembali beroperasi, KAI tetap memantau kinerja rangkaian dan mencatat temuan teknis selama pelayanan berlangsung.

"Masih terdapat beberapa catatan teknis setelah rangkaian kembali beroperasi. Seluruh temuan tersebut kami sampaikan kepada INKA untuk ditangani. Tim KAI terus melakukan pemantauan agar setiap tindak lanjut dapat diuji langsung melalui performa rangkaian dalam pelayanan," jelas Anne.

Menurut Anne, keandalan sarana menjadi semakin penting seiring meningkatnya jumlah pengguna Commuter Line Jabodetabek.

Sepanjang Januari hingga September 2026, layanan Commuter Line Jabodetabek melayani 270.891.261 pelanggan. Jumlah tersebut meningkat 6,02 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, yakni sebanyak 255.520.949 pelanggan.

Peningkatan jumlah penumpang membuat kelancaran operasional setiap rangkaian menjadi perhatian penting. Gangguan pada satu rangkaian berpotensi memengaruhi perjalanan lainnya, khususnya saat jam sibuk.

Pengaturan Perjalanan dan Penyesuaian Operasional

Anne mengatakan besarnya jumlah pengguna Commuter Line Jabodetabek menuntut keandalan sarana yang konsisten. Setiap kendala perlu ditangani agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat yang mengandalkan kereta untuk perjalanan sehari-hari.

"Lebih dari 270 juta perjalanan pelanggan dalam sembilan bulan menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap Commuter Line Jabodetabek. Dalam skala layanan sebesar itu, keandalan setiap rangkaian menjadi sangat penting karena satu gangguan dapat mempengaruhi perjalanan lainnya, terutama pada jam sibuk," tutur Anne.

Saat terjadi kendala, KAI melakukan pengaturan perjalanan dan penyesuaian operasional untuk menjaga kelancaran layanan serta menekan dampak terhadap penumpang. KAI juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak gangguan perjalanan.

Anne menegaskan, pemantauan terhadap kinerja KRL INKA akan terus dilakukan. Setiap temuan teknis disampaikan kepada pihak manufaktur agar dapat segera diselesaikan.

"Ukuran akhirnya sederhana yaitu rangkaian harus andal saat digunakan melayani pelanggan. Karena itu, setiap catatan teknis harus selesai, setiap perbaikan harus terbukti hasilnya, dan layanan kepada masyarakat harus tetap terjaga. KAI akan terus mengawal hal tersebut," kata Anne.

KAI menekankan bahwa penyelesaian kendala KRL INKA tidak hanya berfokus pada perbaikan teknis, tetapi juga pada hasilnya saat rangkaian digunakan kembali. Keandalan operasional menjadi faktor penting untuk menjaga keselamatan, kenyamanan, dan kepastian perjalanan pelanggan Commuter Line Jabodetabek.

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK