Jelajahi BDT NEWS

Kondisi Terkini 2 Petugas Korban Karhutla Bromo

Keduanya telah dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya.

liputan6.com (Sumber) via Liputan6 Regional • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 17 jam yang lalu
2 menit baca 0

BeritaDuniaTerbaru.com, Probolinggo — Dua petugas mengalami luka berat dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Insiden ini bermula dari titik api lokal yang muncul di ladang warga sekitar Blok Pusung Dawa, Desa Ngadirejo, Probolinggo, berbatasan langsung dengan kawasan TNBTS Grid A83.

Pada hari Selasa (13/10/2026) pukul 14.23 WIB, laporan pertama mengenai kobaran api di wilayah tersebut masuk ke pihak berwajib. Tim gabungan TNBTS bersama perangkat desa kemudian diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan kebakaran.

Karena akses lokasi yang terisolasi serta ketersediaan air yang sangat terbatas, petugas berjuang memadamkan api secara manual menggunakan alat tradisional berupa gebyok. Proses penanganan pun menjadi sangat terkendala.

"Pada hari Rabu (14/10/2026) pukul 11.45 WIB, api sempat menjalar ke kawasan taman nasional sebelum akhirnya berhasil dijinakkan oleh tim lapangan," jelas pernyataan dari pihak terkait.

Bukan proses yang mudah. Ancaman justru berlanjut keesokan harinya. Pada hari Kamis (15/10/2026) pukul 09.20 WIB, Posko Cemoro Lawang mendeteksi membumbungnya asap tebal di titik yang sama. Mengingat skala api yang terus membesar, personel tambahan segera dikirim untuk memperkuat operasi pemadaman sekaligus membuat sekat bakar (firebreak).

Puncaknya terjadi pada Kamis (15/10/2026) pukul 13.00 WIB. Angin kencang mendadak bertiup dan memicu lontaran api raksasa secara tiba-tiba. Perubahan arah angin itu dengan cepat mengurung 11 personel di lokasi kejadian.

Lima petugas berhasil meloloskan diri ke area aman. Sayangnya, enam personel lainnya terjebak di tengah pusaran api dan harus menghadapi kobaran yang semakin membesar.

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK