Jelajahi BDT NEWS

Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Meluas, Jalur Pendakian Ditutup Total

Seluruh jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang ditutup total menyusul kebakaran hutan yang semakin meluas.

liputan6.com (Sumber) via Liputan6 Regional • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 4 jam yang lalu
2 menit baca 0

BeritaDuniaTerbaru.com, Malang - Kebakaran hutan kembali melanda kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo di wilayah Gunung Arjuno-Welirang. Api pertama kali terdeteksi pada Jumat (16/10/2026) sekitar pukul 11.00 WIB di Resort Konservasi Wilayah (RKW) 03 Pasuruan yang mencakup Desa Jatiarjo dan Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Guna mempercepat proses pemadaman dan melindungi keselamatan jiwa, Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Jawa Timur resmi menutup total seluruh jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang mulai Sabtu (17/10/2026). Kebijakan ini tertuang dalam Surat Pengumuman UPT Tahura Raden Soerjo No. 500.4.6.10/1886/123.7.2/2026, dengan akses pendakian dihentikan hingga waktu yang belum ditentukan.

Kepala Dishut Jawa Timur, Jumadi, membenarkan langkah tersebut. Ia menjelaskan bahwa pemblokiran akses dilakukan agar seluruh sumber daya dapat dikonsentrasikan penuh pada penanggulangan kebakaran.

"Benar, jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang ditutup. Langkah ini diambil untuk percepatan pemadaman sekaligus menjamin keselamatan para pendaki. Meskipun ada titik api yang tidak langsung menempel pada jalur utama, kami ingin seluruh sumber daya bersama masyarakat bisa berkonsentrasi penuh menangani karhutla ini," kata Jumadi.

Berdasarkan laporan UPT Tahura Raden Soerjo, kobaran api telah menyebar ke lima lokasi rawan, yakni Pathuk Bulak, Gup Gambir, Tungwulung, Anjar, dan Gunung Ringgit. Hingga berita ini diturunkan, pihak otoritas belum merilis total estimasi luas lahan yang terdampak.

Sebanyak 27 personel gabungan yang terdiri dari Polisi Hutan (Polhut), Manggala Agni, dan relawan lokal telah diterjunkan ke lokasi kejadian. Tim memfokuskan upaya awal pada pemadaman manual serta pembuatan sekat bakar (firebreak) di area yang masih dapat dijangkau melalui jalur darat, khususnya di kawasan Puthuk Bulak dan Tungwulung.

Regu pemadam tambahan juga dikerahkan secara bertahap untuk mempercepat lokalisasi api agar tidak terus meluas.

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK