Jelajahi BDT NEWS

Karhutla Bromo Tewaskan 4 Korban, Salah Satunya Atlet Panjat Tebing Berbakat

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di gunung Bromo menelan empat korban jiwa. Salah satunya adalah atlet panjat tebing berbakat dari Probolinggo, Jawa Timur.

travel.detik.com (Sumber) via Detik Travel • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 1 hari yang lalu
2 menit baca 0

Surabaya — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Bromo menelan empat korban jiwa. Salah satu korban meninggal adalah atlet panjat tebing berbakat asal Probolinggo, Jawa Timur, bernama Sefeil Ardiansah.

Kejadian bermula saat kobaran api karhutla melalap kawasan Bromo pada Kamis (15/10). Enam orang dilaporkan terjebak dalam kebakaran yang terjadi di wilayah Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Pada laporan awal, tiga orang dinyatakan meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka bakar. Namun, jumlah korban meninggal bertambah menjadi empat setelah Hendra Rony Wagiyanata, salah seorang petugas yang mengalami luka bakar, menyerah kepada TUHAN saat menjalani perawatan medis.

Keenam korban terdiri dari petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), sekuriti hotel, serta unsur lain yang terlibat dalam penanganan kebakaran.

Kabar duka ini begitu terasa bagi komunitas olahraga di Probolinggo. Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Probolinggo merasakan kehilangan mendalam atas kepergian Sefeil Ardiansah.

Iwan Rosidi, pelatih di FPTI Kota Probolinggo, mengungkapkan bahwa sejak menerima kabar awal, pihak federation berupaya menghubungi Sefril melalui telepon. Sayangnya, upaya tersebut tidak membuahkan respons.

"Sefril adalah atlet yang baik. Orangnya sangat suka membantu, terus peduli sama adik-adik angkatannya. Jadi kami sangat terpukul," kata Iwan.

Semasa hidupnya, Sefril dikenal sebagai atlet yang memiliki potensi besar dan tengah dipersiapkan untuk menghadapi berbagai kejuaraan, termasuk agenda kompetisi pada 2027.

Tak hanya dikenal karena prestasinya, Sefril juga meninggalkan kesan mendalam bagi rekan-rekan dan lingkungan pembinaan atlet di federation.

Sementara itu, kepolisian masih mendalami penyebab kebakaran dan rangkaian peristiwa yang membuat keenam orang tersebut terjebak di kobaran api.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat dua lokasi yang terdampak berada di Bukit Kembang Puncak Sari dan Pusung Lingker, wilayah Sukapura, Kabupaten Probolinggo, tepatnya di sebelah timur Mentigen.

Kebakaran dilaporkan sekitar pukul 14.00 WIB. Namun, berdasarkan keterangan BB TNBTS, informasi mengenai titik api telah diterima sejak pagi hari.

Pranata Humanos BB TNBTS, Endrip Wahyutama, mengatakan petugas telah berupaya menangani kebakaran sebelum insiden yang menewaskan para korban terjadi.

"Ada informasi titik api sejak pagi tadi. Kemudian Pak Sukaris bersama rekan-rekan lain melakukan penanganan kebakaran," jelas Endrip.

Petugas TNBTS bersama unsur gabungan lainnya kemudian berupaya memadamkan api di kawasan tersebut. Dalam proses penanganan itulah keenam orang dilaporkan terjebak kobaran api.

Peristiwa naas tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB, ketika petugas gabungan berupaya menangani kebakaran di kawasan Mentigen dan Pusung Lingker.

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK