Jakarta, BeritaDuniaTerbaru.com —
Sekretaris pers Gedung Putih Katie Zacharia diberhentikan dari jabatannya setelah menjalani tugas kurang dari sepekan. Informasi ini disampaikan oleh dua pejabat Gedung Putih kepada Reuters, Sabtu (17/10).
Zacharia resmi mulai bertugas sebagai juru bicara utama Presiden Trump pada Senin, 12 Oktober. Keesokan harinya, ia menggelar sesi pengarahan pers pertama di Gedung Putih.
Selama lima hari bertugas, Zacharia menghadapi kritik tajam terkait kinerjanya dalam sejumlah sesi pengarahan pers dan wawancara media. Yang tak kalah santai, kualifikasinya di bidang hukum turut dipertanyakan.
Dalam sebuah wawancara dengan Fox News pada Kamis, Zacharia mengakui bahwa ia tidak lulus ujian profesi pengacara (bar exam). Padahal, dalam pernyataan tertulisnya pada Rabu, ia mengklaim memiliki pengalaman berpraktik di bidang hukum transaksi internasional.
Reuters tidak menemukan catatan yang menunjukkan bahwa lulusan sekolah hukum Pepperdine University tersebut terdaftar sebagai pengacara atau anggota asosiasi pengacara di negara bagian mana pun di Amerika Serikat maupun di District of Columbia.
Secara umum, lulusan sekolah hukum tidak dapat berpraktik hukum secara sah di Amerika Serikat tanpa terlebih dahulu diterima sebagai anggota asosiasi pengacara di negara bagian terkait.
Zacharia mengungkapkan kepada para wartawan di Gedung Putih pada Jumat bahwa ia menantikan kesempatan untuk bekerja sama dengan pihak pers. Namun, ia diberhentikan tak lama setelahnya.
Pada Jumat kemarin, Trump mengatakan kepada para wartawan bahwa ia telah meminta Zacharia untuk mempertimbangkan kembali apakah ingin tetap memegang jabatan tersebut.
"Saya katakan kepadanya: 'Menurut saya, akan lebih baik jika Anda merasa bahagia, dan saya tidak yakin Anda bisa merasa bahagia dalam pekerjaan seperti ini.' Tidak ada hal yang mudah dalam pekerjaan ini," tutur Trump saat meninggalkan Gedung Putih untuk perjalanan akhir pekan.
"Saya katakan dengan jujur, 'Jika saya jadi Anda, saya akan mempertimbangkan kembali... pikirkanlah. Saya akan mempertimbangkannya kembali,'" sambung Trump.
Pemecatan Zacharia menjadikannya sosok dengan masa jabatan tersingkat dalam sejarah posisi sekretaris pers Gedung Putih. Menurut dua orang yang mengetahui pembicaraan tersebut, Trump awalnya merekrut Zacharia karena merasa membutuhkan juru bicara baru yang mampu menonjolkan berbagai pencapaian pemerintahannya di tengah pemberitaan media yang kurang favorables.
Kepergian Zacharia ini terjadi dua minggu lebih sebelum pemilihan umum paruh waktu pada November, periode krusial bagi Trump untuk menonjolkan pencapaian pemerintahannya sekaligus membantu Partai Republik mempertahankan kendali atas Kongres.
Anthony Scaramucci, yang pernah menjabat sebagai direktur komunikasi Gedung Putih selama 10 hari pada masa pemerintahan pertama Trump, menanggapi situasi tersebut melalui platform X.
"Rekor memang dibuat untuk dipecahkan," tulisnya. Kendati demikian, Scaramucci menegaskan bahwa ia sama sekali tidak merasa senang melihat penderitaan orang lain.
Trump dalam wawancara telepon dengan Fox pada Jumat menyatakan bahwa ia tidak terburu-buru untuk menunjuk sekretaris pers yang baru sebagai pengganti Zacharia.
Zacharia dan pihak Gedung Putih hingga kini belum memberikan tanggapan resmi mengenai pemecatannya.