Jakarta, BeritaDuniaTerbaru.com -- Kementerian Luar Negeri Iran membantah keterlibatan dalam serangan milisi Houthi terhadap Arab Saudi, menyusul eskalasi konflik antara kedua pihak yang terus memanas dalam beberapa waktu terakhir.
Juru bicara Kemlu Iran, Ismail Baghaei, menyampaikan penolakan tegas atas berbagai tuduhan yang menghubungkan Teheran dengan operasi militer Houthi di Yaman.
"Republik Islam Iran menolak tuduhan apapun bahwa Iran berperan dalam operasi Yaman [Houthi]," kata Baghaei pada Jumat (16/10), sebagaimana dilaporkan AFP.
Dia menegaskan, angkatan bersenjata Yaman bertindak mandiri sesuai kepentingan dan penilaian mereka sendiri. Baghaei juga menilai tuduhan tersebut tidak dapat dipercaya oleh pihak yang memahami hubungan Iran dan sekutunya.
Dalam kesempatan itu, Iran menyatakan kesediaannya untuk menjadi fasilitator dalam konflik antara Saudi dan Houthi. "[Iran] selalu siap menggunakan pengaruhnya untuk membantu mengakhiri permusuhan," tutur Baghaei.
Komentar tersebut muncul sebagai respons terhadap tuduhan yang dilontarkan Wakil Menteri Diplomasi Publik Kemlu Saudi, Rayed Krimly. Dia menuding Iran secara aktif mendorong eskalasi kekerasan yang melibatkan Riyadh dan Houthi.
Krimly juga menyebutkan bahwa pemerintahan yang berbasis di Teheran disebut terus menyuplai senjata ke milisi yang menguasai sebagian wilayah Yaman tersebut.
"Iran terus mempersenjatai, melatih, dan mendukung milisi Houthi yang melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB. Kami berpendapat eskalasi yang dilakukan Houthi di tahap terbaru konflik ini didorong Iran," papar Krimly.
Selain menuduh Iran, Krimly mengungkapkan bahwa Saudi tetap membuka komunikasi dengan Tehran, meskipun pihak Iran belum menunjukkan kesediaan untuk memberikan konsesi. Dia juga menyebut Houthi menolak undangan pertemuan yang difasilitasi Oman.
"Di awal eskalasi ini, kami meminta mereka bertemu di Muscat, Oman. Dan mereka menolak. Ini adalah komunikasi terakhir yang terjadi beberapa pekan lalu," jelas Krimly.
Koalisi Saudi dan Houthi diketahui saling melancarkan serangan dalam beberapa bulan terakhir. Milisi Houthi merespons setelah Riyadh menggempur bandara Sanaa dengan serangkaian serangan balasan, termasuk menyasar fasilitas sipil Saudi seperti bandara internasional. Sementara itu, koalisi Saudi melancarkan serangan balik ke sejumlah wilayah yang dikuasai milisi tersebut di Yaman.