Jelajahi BDT NEWS

Investigasi Singapura Sebut 7 Perusahaan Diduga Terkait Karhutla RI

Singapura mengungkap hasil investigasi terhadap perusahaan yang memicu karhutla di Indonesia hingga menyebabkan kabut asap di negara itu.

cnnindonesia.com (Sumber) via CNN Indonesia Internasional • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 1 hari yang lalu
3 menit baca 0

Berdasarkan informasi yang kami himpun,

Jakarta, BeritaDuniaTerbaru.com --

Sementara itu, Jumhur sebelumnya menyatakan bahwa akan melakukan kurasi bantuan dari luar negeri terkait penanganan karhutla RI.

Sejumlah daerah di Indonesia terbakar sejak beberapa bulan lalu. Dampaknya kabut asap turut menyelimuti negara tetangga seperti Malaysia, Filipina, dan Thailand.

Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu mengungkap hasil investigasi terhadap perusahaan yang memicu kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Indonesia hingga menyebabkan kabut asap di negara itu.

[Gambas:Video CNN]

"NEA berkomitmen untuk menyelidiki seluruh perusahaan yang terbukti bertanggung jawab atas terjadinya kabut asap lintas pemisah di Singapura," kata Fu.

NEA juga sudah mengirim surat serta menghubungi lembaga terkait di Indonesia untuk menyampaikan kesiapan Singapura dalam mendukung upaya mengatasi karhutla.

Di kesempatan itu, Fu juga mengatakan selama beberapa bulan terakhir, Singapura telah berkomunikasi dengan pihak terkait di Indonesia dan telah menawarkan support untuk upaya pemadaman kebakaran yang mereka lakukan.

"Untuk menetapkan perusahaan mana yang bertanggung jawab, diperlukan info dari bermacam-macam sumber, dan tidak semua info tersebut berada dalam yurisdiksi Singapura," ujar Fu saat konferensi pers Jumat (16/10), dikutip Channel News Asia.

Pada Rabu, kualitas udara di Singapura masuk kategori tak sehat bahkan pada pukul 15.00 indeks polisi udara mencapai 288, tertinggi sejak 2015.

"Karena ada yang mengatakan memberi bantuan sampai 50 orang, ya kita udah puluhan ribu mengerahkan, tapi kita terima kasih ada kemauan membantu," ujarnya.

"Hingga saat ini, saya belum menerima tanggapan dari dia. Namun, kami tetap siap memberikan bantuan yang dianggap sesuai oleh pihak Indonesia dan akan terus berkoordinasi dengan mereka terkait hal ini," kata Fu.

Dia lalu berujar, "Berdasarkan penyelidikan kami sejauh ini, sebagian kabut asap yang terjadi di Singapura berawal dari kebakaran di lahan milik tujuh perusahaan di Indonesia."

Fu mengatakan Badan Lingkungan Nasional (NEA) secara aktif memantau titik panas (hotspot) dan sebaran asap untuk mengidentifikasi perusahaan-perusahaan yang berkontribusi terhadap peristiwa kabut asap itu. Proses tersebut mencakup kajian gambaran satelit dan informasi meteorologi untuk menentukan kemungkinan sumber kabut asap.

Pada Kamis, indeks polusi udara di daerah barat Singapura mencapai 212, tertinggi sepanjang 2026.

Ketiga, menyampaikan rencana tindakan kepada NEA untuk memadamkan kebakaran di lahan mereka dan/atau mencegah kebakaran tersebut terjadi kembali.

Dia juga mengatakan akan membagikan daftar perusahaan tersebut kepada media dan masyarakat secara terpisah.

"Jadi signifikan atau tidak, daripada nanti salah-salah ini ya, lebih baik kita kurasi dulu biar pas," ungkap Jumhur di Jakarta, Selasa (13/10).

(isa/bac)

NEA, lanjut Fu, akan mengirim pemberitahuan langkah pencegahan berasas Undang-Undang Pencegahan Polusi Asap Lintas Batas (THPA) ke ketujuh perusahaan tersebut dengan bermacam-macam instruksi.

Jumhur menyatakan pemerintah wajib memandang terlebih dulu bantuan apa yang ditawarkan oleh negara lain. Secara khusus, dia menyinggung bantuan pengerahan 50 petugas yang ditawarkan suatu negara.

[Gambas:Instagram]

Hari ini, dia kembali mencoba berkomunikasi dengan Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat untuk menawarkan bantuan, baik berupa support sipil maupun langkah-langkah lain, seperti support untuk penyemaian awan (teknologi hujan buatan).

Pertama, mengerahkan personel pemadam kebakaran untuk memadamkan atau mencegah meluasnya kebakaran di lahan yang mereka miliki atau kuasai. Kedua, menghentikan atau tak memulai kegiatan pembakaran apa pun di lahan tersebut.

Kami akan terus memantau perkembangan situasi ini.

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK