Jelajahi BDT NEWS

Harga Emas Pegadaian Terbaru: Antam Rp 2,61 Juta, UBS dan Galeri24 Segini

Harga emas Pegadaian hari ini untuk Galeri24, Antam, dan UBS berbeda. Simak daftar harga lengkap mulai 0,5 gram hingga 1 kilogram.

liputan6.com (Sumber) via Liputan6 Bisnis • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 13 jam yang lalu
4 menit baca 0

BeritaDuniaTerbaru.com, Jakarta —PT Pegadaian mencatat perbedaan harga untuk tiga produk emas yang ditawarkannya, yakni Galeri24, Antam, dan UBS, pada Sabtu 17 Oktober 2026. Berdasarkan data yang diakses melalui situs resmi Pegadaian, harga emas Galeri24 berada di level Rp 2.523.000 per gram, Antam Rp 2.611.000 per gram, sedangkan UBS Rp 2.548.000 per gram.

Selisih harga antarproduk tersebut memberikan opsi bagi masyarakat yang ingin membeli emas sesuai merek dan anggaran yang tersedia. PT Pegadaian menegaskan bahwa harga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pembaruan dari penyedia.

Dari segi pilihan berat, emas Galeri24 tersedia mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Emas UBS ditawarkan dalam ukuran 0,5 gram hingga 500 gram, sementara emas Antam memiliki pilihan berat mulai dari 0,5 gram hingga 100 gram.

PT Pegadaian Im犁提醒 calon pembeli untuk selalu memeriksa harga terbaru sesuai merek dan berat emas yang diinginkan sebelum melakukan transaksi. Harga per gram juga tidak selalu sama jika dihitung dari kemasan dengan berat berbeda.

Daftar Harga Emas Galeri24

  • 0,5 gram: Rp 1.323.000
  • 1 gram: Rp 2.523.000
  • 2 gram: Rp 4.985.000
  • 5 gram: Rp 12.371.000
  • 10 gram: Rp 24.675.000
  • 25 gram: Rp 61.356.000
  • 50 gram: Rp 122.615.000
  • 100 gram: Rp 245.108.000
  • 250 gram: Rp 611.264.000
  • 500 gram: Rp 1.222.527.000
  • 1.000 gram: Rp 2.445.053.000

Daftar Harga Emas Antam

  • 0,5 gram: Rp 1.357.000
  • 1 gram: Rp 2.611.000
  • 2 gram: Rp 5.161.000
  • 3 gram: Rp 7.716.000
  • 5 gram: Rp 12.825.000
  • 10 gram: Rp 25.594.000
  • 25 gram: Rp 63.856.000
  • 50 gram: Rp 127.632.000
  • 100 gram: Rp 255.184.000

Daftar Harga Emas UBS

  • 0,5 gram: Rp 1.377.000
  • 1 gram: Rp 2.548.000
  • 2 gram: Rp 5.056.000
  • 5 gram: Rp 12.492.000
  • 10 gram: Rp 24.852.000
  • 25 gram: Rp 62.007.000
  • 50 gram: Rp 123.760.000
  • 100 gram: Rp 247.422.000
  • 250 gram: Rp 618.372.000
  • 500 gram: Rp 1.235.292.000

Ilustrasi harga emas dunia

Ilustrasi harga emas dunia

Harga emas dunia tercatat mengalami penurunan mingguan karena pelaku pasar mencermati potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang lebih tinggi pada tahun ini. Kekhawatiran tersebut muncul setelah serangkaian data inflasi Amerika Serikat menunjukkan kenaikan yang melampaui perkiraan.

Mengutip CNBC pada Sabtu 17 Oktober 2026, harga emas di pasar spot naik tipis 0,1% menjadi US$ 4.175,34 per ons pada akhir perdagangan Jumat. Namun, sepanjang pekan ini, harga emas masih terkoreksi 0,4%.

Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember menguat 0,7% menjadi US$ 4.198,20 per ons. Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek, menyampaikan bahwa pergerakan harga emas masih terbatas dalam rentang tertentu dan cenderung mendekati batas bawah level dukungan.

"Kita masih bergerak dalam rentang yang terbatas dan cenderung menuju batas bawah level dukungan. Alasan utamanya adalah masih banyak ketidakjelasan mengenai langkah yang akan diambil The Fed," kata Melek.

Ketidakpastian arah kebijakan moneter AS tersebut menjadi salah satu faktor yang membatasi penguatan harga emas di pasar global.

Ilustrasi harga emas dunia

Ilustrasi harga emas dunia

Ketua The Fed Kevin Warsh menyampaikan optimisme terhadap kekuatan ekonomi AS, namun tidak memberikan petunjuk pasti mengenai arah kebijakan suku bunga bank sentral selanjutnya.

Data yang dirilis pada Kamis menunjukkan harga produsen AS mencatat kenaikan bulanan terbesar dalam 4,5 tahun terakhir. Informasi tersebut menyusul laporan inflasi konsumen pada Rabu yang mengindikasikan kenaikan harga semakin cepat pada September 2026.

Presiden Federal Reserve Bank of Chicago, Austan Goolsbee, menyebut data inflasi tersebut sebagai sesuatu yang "mengecewakan". Sementara itu, Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland, Beth Hammack, menyatakan The Fed mungkin perlu menaikkan suku bunga secara lebih agresif jika ekspektasi inflasi masyarakat memburuk secara signifikan.

Menurut perangkat FedWatch milik CME Group, pelaku pasar secara umum memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada bulan ini. Namun, peluang kenaikan suku bunga pada Desember diperkirakan mencapai 90%.

Emas umumnya dipandang sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Namun, kenaikan suku bunga cenderung mengurangi daya tarik emas karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil bunga.

Harga emas dunia

Harga emas dunia

Ekonom Iklim dan Komoditas Capital Economics, Hamad Hussain, memperkirakan harga emas berpotensi bergerak lebih rendah hingga akhir 2026.

"Sepanjang sisa tahun ini, harga emas kemungkinan akan bergerak turun secara bertahap seiring The Fed terus menaikkan suku bunga dan kekhawatiran mengenai berakhirnya ledakan investasi AI terbukti hanya bersifat sementara," kata Hussain.

Prospek tersebut mencerminkan tekanan dari kebijakan moneter yang lebih ketat serta perubahan sentimen investor terhadap sektor teknologi dan kecerdasan buatan.

Di sisi lain, pasar emas India mencatat perkembangan berbeda. Harga emas di negara tersebut diperdagangkan dengan premi pada pekan ini untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga bulan. Penurunan harga sebelumnya mendorong peningkatan pembelian perhiasan di pasar India.

Harga logam mulia lainnya di pasar spot bergerak menguat pada Jumat. Perak naik 0,3% menjadi US$ 57,62 per ons, platinum menguat 1,1% menjadi US$ 1.643,70 per ons, dan paladium naik 0,4% ke US$ 1.130,75 per ons. Meski mencatat kenaikan pada perdagangan harian, ketiga logam tersebut masih berada di jalur penurunan mingguan.

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK