Seperti yang terungkap dalam investigasi kami,
Jakarta, BeritaDuniaTerbaru.com --
Menurut Arab Saudi, bahaya itu turut menyasar akomodasi sipil dan ekonomi, termasuk bandara, pelabuhan, jalur pelayaran, serta perdagangan internasional di Selat Bab al-Mandab dan Laut Merah.
(mge/bac)
Faisal menegaskan bahwa Arab Saudi telah berusaha keras mencapai solusi politik yang komprehensif dan berkepanjangan di Yaman sejak milisi Houthi mengambil alih kekuasaan melalui kudeta pada 2014.
Arab Saudi juga menuding Houthi mengalihkan sumber daya dan keahlian rakyat Yaman untuk membiayai persenjataan, termasuk rudal dan drone. Persenjataan tersebut dinilai mengancam keamanan Arab Saudi dan area sekitarnya.
Arab Saudi menyatakan serangan Houthi terhadap wilayahnya masih bersambung meskipun pemerintah telah berulang kali mengupayakan penyelesaian melalui dialog. Riyadh juga menyebut golongan tersebut menyerang sejumlah bandara, termasuk Bandara Abha, Bandara Internasional Raja Khalid, dan Bandara Raja Fahd.
Riyadh kembali menyatakan support politik dan militernya kepada Dewan Kepemimpinan Presiden, pemerintah, dan rakyat Yaman untuk mengakhiri kudeta Houthi serta memulihkan kegunaan negara dan lembaga pemerintahannya.
Pemerintah Arab Saudi menyebut rangkaian serangan tersebut telah menewaskan 17 orang dan melukai 333 penduduk negara serta masyarakat dari bermacam-macam kewarganegaraan.
"Arab Saudi mendukung pemerintah Yaman yang sah melalui koalisi internasional. Dukungan itu bertujuan memperkuat keahlian pemerintah Yaman dalam menjaga keamanan dan stabilitas negara," kata Faisal.
Bantuan kemanusiaan untuk Yaman
Arab Saudi juga menyatakan telah memberikan dukungan kemanusiaan, pembangunan, dan ekonomi kepada rakyat Yaman senilai lebih dari US$12,6 miliar atau sekitar Rp226 triliun sejak 2012 hingga 2026.
Arab Saudi juga mendesak masyarakat internasional menjalankan tanggung jawabnya dan melaksanakan resolusi Dewan Keamanan PBB terkait Yaman. Riyadh meminta support penuh bagi pemerintah Yaman yang sah untuk menghadapi milisi Houthi dan menghentikan bahaya terhadap Yaman, kawasan, serta dunia.
Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah H Amodi, mengatakan pemerintahnya tetap mengedepankan perdamaian. Namun, ia menilai milisi Houthi justru terus meningkatkan eskalasi militer.
Arab Saudi mengatakan milisi Houthi menolak bermacam-macam upaya dan inisiatif. Riyadh menilai golongan tersebut justru terus meningkatkan serangan militer sehingga memperburuk kondisi kemanusiaan dan ekonomi di Yaman.
"Kerajaan Arab Saudi tentu mengambil tindakan-tindakan yang semestinya dalam rangka mengamankan penduduk Arab Saudi, para pengunjung, dan juga jemaah umrah. Sekali lagi, kami mengedepankan perdamaian. Namun, milisi Houthi lebih menekankan eskalasi militer," kata Faisal dalam konvensi pers di Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, Jumat (16/10).
Arab Saudi menegaskan akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi penduduk negara, pengunjung, dan jemaah umrah di tengah meningkatnya serangan milisi Houthi di negara tersebut.
Menurut pemerintah Arab Saudi, bermacam-macam upaya tersebut dilakukan berbareng seluruh pihak di Yaman dan Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Yaman.
Berdasarkan catatan kami, informasi ini penting untuk diketahui masyarakat luas.