Jakarta, BeritaDuniaTerbaru.com -- Demonstrasi besar-besaran yang melanda Prancis pada Sabtu (17/10) berubah menjadi kericuhan di berbagai wilayah. Sekitar 550.000 orang tercatat mengikuti aksi protes tersebut di seluruh negeri.
Situasi paling parah terjadi di Limoges, di mana gedung balai kota berusia 140 tahun mengalami kerusakan parah akibat dibakar sejumlah demonstran bertopeng. Rekaman video yang beredar menunjukkan menara runcing bangunan tersebut runtuh saat api melalap bagian atapnya.
Menurut Prefektur Haute-Vienne, sekelompok perusuh menerobos masuk ke balai kota sekitar pukul 18.00 pada Sabtu dan membakar bangunan itu. Petugas pemadam kebakaran segera dikerahkan dalam jumlah besar untuk mengatasi kebakaran tersebut.
"Balai Kota Limoges, yang merupakan situs warisan budaya sekaligus bangunan ikonik bagi semua orang, mengalami kerusakan parah," bunyi pernyataan resmi prefektur sebagaimana dilaporkan Euronews.
Prefek Haute-Vienne, Maurice Barate, mengecam keras aksi pembakaran yang disengaja tersebut. "Tidak ada perbedaan pendapat atau keluhan yang dapat membenarkan perusakan fasilitas publik," tegas Wali Kota Limoges, Guillaume Guérin, seraya menyebut aksi kekerasan itu tidak dapat diterima.
Pembangunan balai Kota Limoges dimulai pada 1879, dan bangunan itu diresmikan pada 14 Juli 1883.
Menurut data prefektur, sekitar 2.000 orang berkumpul di kawasan Casseaux, bagian timur kota, sekitar pukul 14.00. Di antara mereka, lebih dari 500 orang diketahui sengaja memicu kerusuhan dengan melemparkan benda-benda ke aparat keamanan.
Empat petugas polisi mengalami luka serius, sementara empat kendaraan polisi hancur. Para demonstran kemudian bergerak memblokir jalan tol A20 sebelum melanjutkan aksi menuju pusat kota. Sejumlah toko di sekitar Rue Jean Jaurès juga turut dijarah.
Sebanyak 19 orang kini ditahan terkait insiden di wilayah tersebut, dan penyelidikan masih berlangsung.
Di Paris, sekitar 110.000 orang berunjuk rasa pada Sabtu. Polisi setempat menembakkan gas air mata dan menyemprotkan meriam air untuk membubarkan massa yang mulai melakukan penjarahan. Kru Euronews turut diserang perusuh di dekat Place de la République saat meliput jalannya demonstrasi.
Meskipun demikian, sejumlah kawasan lain di Paris seperti Boulevard de Clichy dan Place de Clichy di arondisemen ke-18 tetap berjalan damai.