Jelajahi BDT NEWS

Deforestasi Hutan Hujan Amazon Cetak Rekor Terendah dalam Sejarah

Penebangan hutan atau deforestasi hutan hujan Amazon, Brasil, mencapai titik terendah dalam sejarah.

cnnindonesia.com (Sumber) via CNN Teknologi • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 8 jam yang lalu
2 menit baca 0

Jakarta, BeritaDuniaTerbaru.com -- Penebangan hutan hujan Amazon, Brasil, mencapai titik terendah dalam sejarah. Lonjakan deforestasi yang selama puluhan tahun mengikis hutan terbasah di dunia itu终于 menunjukkan penurunan signifikan.

Laporan Badan Penelitian Antariksa Brasil (Inpe) yang dirilis pada Jumat (16/10) menyebutkan sekitar 3.335 kilometer persegi hutan telah ditebang dalam periode 12 bulan hingga Juli. Angka ini menjadi rekor deforestasi terendah sejak pencatatan pertama dilakukan pada 1988.

"Ini penurunan yang sangat drastis, seperti mimpi," kata Menteri Lingkungan Hidup Joao Paulo Capobianco saat konferensi pers di Brasilia, sebagaimana dilaporkan Al Jazeera.

Rekor deforestasi sebelumnya tercatat pada 2011-2012 dengan luasan 4.571 kilometer persegi. Meanwhile, penebangan hutan Amazon pernah menyentuh puncaknya pada dekade 1990-an dengan mendekati 30.000 kilometer persegi per tahun.

Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menyambut baik pencapaian ini. Meski demikian, dia menyatakan belum cukup puas dengan hasilnya.

"Tujuan kami mencapai nol deforestasi ilegal pada 2030," kata Lula melalui akun X miliknya, sembari mengunggah tangkapan layar artikel media lokal Brasil yang memberitakan rekor deforestasi terendah sepanjang sejarah.

Lula mengambil kursi kepresidenan pada 2023 dan sebelumnya telah bersumpah bakal mengakhiri deforestasi ilegal dalam tujuh tahun ke depan.

[Gambas:Twitter]

Pada periode pemerintahan Jair Bolsonaro pada 2019-2022, hutan Amazon kehilangan sekitar 11.600 kilometer persegi per tahun akibat penggundulan. Sejak Bolsonaro lengser, angka deforestasi terus menurun dan sudah turun 71,2 persen selama empat tahun terakhir.

Banyak pihak menilai penurunan drastis itu berkat pengawasan yang lebih ketat serta hukuman yang lebih berat bagi pelaku penebangan ilegal.

Organisasi advokasi iklim Observatorio do Clima turut merespons positif pencapaian bersejarah ini.

"Dengan kemauan politik yang kuat, deforestasi dan emisi gas rumah kaca memungkinkan untuk dikekang," kata perwakilan organisasi tersebut, Marico Astrini.

(ans/sfr)

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK