BeritaDuniaTerbaru.com, Jakarta — PT Bank CIMB Niaga Tbk menyatakan bahwa sebagian besar insiden pembobolan rekening nasabah belakangan ini bukan disebabkan oleh kerentanan sistem internal bank, melainkan peretasan yang terjadi pada akun milik самих pelanggan.
Head of Bank Transaction Banking CIMB Niaga, Joni Hermanto, menegaskan bahwa kasus-kasus yang marak terjadi di pasar belakangan ini umumnya berawal dari pembobolan pihak luar, bukan dari celah dalam sistem bank.
"Yang terjadi di market akhir-akhir ini, kebanyakan yang dijebol itu pihak lain. Jadi bukan sistemnya yang dibobol," kata Joni dalam kesempatan silaturahmi dengan media, Sabtu (17/10/2026).
Pandangan senada disampaikan Executive Vice President (EVP) – Head of Transaction Banking Product CIMB Niaga, Amir Mirza. Ia menyoroti bahwa banyak insiden kejahatan siber yang bermula dari pencurian kredensial melalui teknik social engineering.
"Itu bukan sistemnya yang dibobol, melainkan kredensialnya yang dicuri melalui social engineering," terang Amir.
Sebagai langkah perlindungan, CIMB Niaga menerapkan tiga lapis pengamanan pada layanan transaksi digital OCTOBIZ. Pengamanan tersebut mencakup perlindungan di dalam platform, pemantauan oleh tim keamanan siber, serta pemeriksaan pola transaksi nasabah.
Pengamanan di Dalam Platform
Lapisan pertama berupa penguatan di dalam platform transaksi OCTOBIZ. Joni menjelaskan bahwa sistem tersebut dirancang dengan parameter keamanan tertentu untuk melindungi setiap transaksi nasabah, termasuk penggunaan enkripsi 128 bit.
"Di dalam platform transaksi, ini adalah sistem statis yang kita sudah jaga dengan parameter tertentu. Transaksi di sini dijaga 128 bit, security sudah kita amankan," jelas Joni.
Lapisan kedua diperankan oleh tim keamanan siber yang bersiaga memonitor potensi serangan terhadap sistem CIMB Niaga selama 24 jam. Dalam tugasnya, tim ini aktif mengawasi keberadaan situs dan alamat email palsu yang menyerupai layanan resmi bank.
Jika terdeteksi ada situs atau email yang meniru tampilan OCTOBIZ maupun layanan CIMB Niaga lainnya, tim langsung mengambil langkah untuk meminta pencopotannya.
"Tim keamanan siber kita itu tiap hari melakukan patroli. Ada tidakkah muncul alamat email atau situs-situs yang mirip dengan OCTOBIZ atau aplikasi platform CIMB Niaga, mereka yang akan minta take down. Jadi patroli berlangsung 24 jam," terang Joni.
Pemantauan Pola Transaksi Nasabah
Lapisan ketiga dijalankan oleh Fraud Detection Team yang memonitor pola transaksi nasabah secara berkelanjutan. Pemantauan ini dirancang untuk mengidentifikasi transaksi yang menyimpang dari kebiasaan maupun karakteristik pelanggan.
Joni mencontohkan, sebuah perusahaan yang umumnya melakukan sekitar 1.000 transaksi per hari bisa diberikan batas toleransi hingga 1.200 transaksi. Apabila jumlah transaksi melampaui parameter yang ditetapkan, sistem secara otomatis memberikan peringatan dan transaksi dapat dikunci sementara untuk dikonfirmasi kepada pelanggan.
"Di atas itu akan ada peringatan, kita kunci. Lalu kami akan mengonfirmasi balik ke pelanggan, 'Pak, Bu, apakah benar transaksi Ibu atau Bapak hari ini mengalami peningkatan mendadak?' Kalau memang benar dan mereka konfirmasi, baru kami buka kembali," papar Joni.
Menurut Joni, transaksi yang berasal dari akun pelanggan tetap perlu dipantau karena peretasan bisa saja terjadi pada sistem yang digunakan pelanggan sendiri.
"Yang banyak terjadi sekarang adalah situs milik pelanggan yang diretas, lalu dari situlah mereka melakukan transaksi ke kami. Karena terbaca sebagai transaksi asli dari pelanggan, sistem kami meloloskannya. Namun transaksi tersebut akan intercepted oleh sistem antifraud karena parameternya sudah tidak sesuai dengan pola pelanggan," lanjut Joni.
Imbauan untuk Nasabah
Selain penguatan sistem internal, Joni juga mengingatkan pelanggan untuk tetap waspada saat mengakses layanan perbankan digital. Salah satu saran praktis yang ia berikan adalah menyimpan alamat resmi layanan perbankan melalui fitur bookmark di browser, sehingga tidak perlu mencarinya lewat mesin pencari.
"Misalnya untuk login ke OCTOBIZ, jangan gunakan Google Search. Sebaiknya simpan melalui bookmark," imbau Joni.
Di sisi lain, CIMB Niaga juga secara berkala melakukan pengujian keamanan sistem dengan melibatkan pihak ketiga independen. Amir menjelaskan bahwa pengujian tersebut berupa penetration test yang dilakukan untuk menguji ketahanan sistem terhadap upaya peretasan, sesuai regulasi yang ditetapkan Bank Indonesia.
"Seluruh bank diwajibkan melakukan penetration test secara berkala, di mana bank harus mengundang pihak ketiga untuk mencoba membobol dan meretas sistem secara resmi," tutup Amir.