Jelajahi BDT NEWS

Bos KAI Janji Kawal Serius Perbaikan KRL INKA

Manajemen KAI ingin kendala operasional pada sarana KRL INKA ditelusuri hingga mengetahui akar masalah-nya.

liputan6.com (Sumber) via Liputan6 Bisnis • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 1 hari yang lalu
2 menit baca 0

BeritaDuniaTerbaru.com, Jakarta — Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Bobby Rasyidin, berkomitmen mengawal secara serius proses perbaikan sarana KRL yang diproduksi oleh PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA. Komitmen ini menyusul sejumlah kendala operasional yang berdampak langsung pada kenyamanan pelanggan.

Rangkaian KRL INKA tercatat berulang kali mengalami gangguan saat beroperasi, khususnya pada jam-jam sibuk. Salah satu masalah yang sering muncul adalah pintu kereta yang tidak tertutup sempurna, sehingga mengganggu perjalanan ratusan pengguna. Gangguan tersebut menambah daftar keluhan pelanggan terhadap layanan Commuter Line dalam beberapa waktu terakhir.

Terbaru, dua rangkaian KRL INKA yang sedang menjalani perawatan di Depo Bukit Duri menyebabkan pembatalan tujuh perjalanan kereta pada lintas Bogor-Jakarta Kota. Jumlah pembatalan ini ikut memengaruhi ribuan pelanggan yang harus mencari alternatif transportasi di tengah padatnya aktivitas通勤.

Bobby memastikan bahwa pengawalan terhadap proses perbaikan menjadi prioritas utama perusahaan. "Kami sangat memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan ketika perjalanan terganggu, terlebih pada jam sibuk saat kebutuhan mobilitas sangat tinggi. Kami menangani kendala pada KRL INKA ini dengan serius. Layanan kepada masyarakat harus tetap terjaga, aman, dan nyaman," tutur Bobby dalam keterangan resmi, Jumat (16/10/2026).

Ia menjelaskan, KAI telah meminta setiap temuan teknis pada rangkaian kereta ditangani secara menyeluruh. INKA sebagai pihak manufaktur diminta memastikan setiap langkah korektif dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan evaluasi teknis yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Kami membutuhkan tindak lanjut yang cepat dan tuntas. Setiap kendala harus diketahui akar masalahnya, kemudian diselesaikan dengan langkah korektif yang tepat. KAI akan terus mengawal proses ini sampai keandalan rangkaian benar-benar dapat dijaga dalam operasional," lanjut Bobby.

Mengenai hubungan dengan INKA, Bobby menegaskan bahwa dukungan terhadap industri perkeretaapian nasional harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab menjaga kualitas produk yang digunakan untuk pelayanan publik. Ia menegaskan, keselamatan dan keandalan sarana bukanlah sesuatu yang dapat ditoleransi.

"Kami mendukung kemajuan industri perkeretaapian nasional. Namun, ketika sebuah sarana sudah digunakan untuk membawa masyarakat setiap hari, standar keselamatan dan keandalannya harus dijaga secara konsisten. Ini adalah hal yang kami minta kepada INKA untuk dipastikan," kata Bobby.

Ia menambahkan, standar yang diharapkan bukan sekadar wacana, melainkan harus tercermin dalam performa rangkaian di lapangan. "Yang kami minta jelas, yaitu penyelesaian harus sampai tuntas dan hasilnya harus terlihat pada performa rangkaian di lapangan. Pelanggan membutuhkan kepastian bahwa sarana yang digunakan setiap hari dapat diandalkan. Itu yang akan terus kami kawal," tandasnya.

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK