BeritaDuniaTerbaru.com, Jakarta — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI berhasil menempati peringkat keempat dalam Top 10 BUMN Layanan Terbaik pada ajang Danantara Indonesia CX100 Award 2026. Pencapaian ini menempatkan BNI di antara perusahaan BUMN terbaik dalam hal kualitas layanan dan pengalaman pelanggan.
Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan menekankan bahwa kualitas layanan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan nasabah sekaligus memperkuat daya saing perseroan.
"Bagi BNI, kualitas layanan merupakan bagian dari daya saing perusahaan. Karena itu, kami terus memastikan pengembangan layanan sejalan dengan kebutuhan nasabah dan arah transformasi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia," tutur Putrama dalam keterangan tertulis yang diterima BeritaDuniaTerbaru.com, Jumat (16/10/2026).
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Danantara Indonesia CX100 Award 2026 yang berlangsung di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, pada Selasa (13/10). Acara tersebut dihadiri oleh Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria.
Untuk menjaga kualitas layanan, BNI melakukan penguatan pada kanal digital yang berjalan seiring penyempurnaan layanan di jaringan kantor cabang. Pada segmen ritel, BNI terus mengembangkan platform wondr by BNI, sementara di segmen wholesale perseroan memperkuat layanan BNIdirect.
Per Juni 2026, wondr by BNI mencatatkan 15,1 juta pengguna dengan 1,1 miliar transaksi bernilai Rp958 triliun. Sementara itu, BNIdirect melayani 279,7 ribu pengguna dengan 789 juta transaksi senilai Rp6.039 triliun. Capaian ini menunjukkan meningkatnya peran kanal digital dalam mendukung aktivitas finansial nasabahnya, baik individu maupun korporasi.
BNI juga terus melakukan evaluasi terhadap pengalaman nasabah demi memastikan proses layanan semakin mudah, efektif, dan nyaman. Pengembangan layanan digital tersebut berjalan beriringan dengan penguatan kualitas di jaringan kantor cabang.
Dalam Danantara Indonesia CX100 Award 2026, penilaian dilakukan berdasarkan tiga pilar utama, yakni Effectiveness (keefektifan), Ease (kemudahan), dan Emotion (emosi). Ketiga aspek tersebut mengukur kemampuan layanan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan, kemudahan akses, serta pengalaman selama berinteraksi dengan perusahaan.
Metode penilaian meliputi wawancara langsung, survei daring, mystery shopping, wawancara mendalam, serta diskusi kelompok terpumpun (focus group discussion). Hasil penilaian ini menjadi salah satu masukan bagi perusahaan dalam mengidentifikasi kekuatan sekaligus area yang perlu terus ditingkatkan.
BNI memandang bahwa kualitas pengalaman nasabah tidak hanya ditentukan oleh interaksi langsung, tetapi juga oleh keandalan proses, operasional, dan infrastruktur pendukung. Oleh karena itu, pengembangan customer experience dilakukan secara menyeluruh, mulai dari interaksi nasabah hingga keandalan sistem.
"Hasil penilaian ini menjadi masukan bagi kami untuk terus menyempurnakan proses layanan dan mengembangkan kanal digital. Kami ingin layanan BNI terus berkembang mengikuti kebutuhan nasabah dan memberikan kemudahan dalam bertransaksi," tegas Putrama.
Sebagai BUMN dalam ekosistem Danantara Indonesia, BNI terus memperkuat transformasi layanan dengan menempatkan kebutuhan nasabah sebagai salah satu fokus utama pengembangan bisnis. Selaras dengan perjalanan delapan dekade dan semangat Swadharma Bhakti Nagara, BNI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, inovasi digital, serta keandalan operasional demi memberikan pengalaman yang semakin baik bagi nasabahnya.