Jelajahi BDT NEWS

ASDP Jajaki Pembukaan Rute Dumai-Malaka

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menjajaki pembukaan lintasan penyeberangan internasional Dumai-Malaka yang menghubungkan Indonesia dan Malaysia.

finance.detik.com (Sumber) via Detik Finance • Redaksi BDT News (Penerbit) Diperbarui 4 jam yang lalu
3 menit baca 0

Jakarta — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menjajaki pembukaan lintasan penyeberangan internasional Dumai-Malaka yang menghubungkan Indonesia dan Malaysia. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara ASDP dan Parameswara Ferry Terminal di Kantor Pusat ASDP pada Kamis (15/10).

Penandatanganan ini menjadi landasan awal untuk mengkaji potensi pasar, kesiapan operasional, dan kelayakan pengembangan rute tersebut. Kegiatan turut dihadiri oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Malaysia H.E. Raden Dato' Mohammad Iman Hascarya Kusumo, Atase Perdagangan RI Kuala Lumpur Aziza Rahmaniar Salam, serta sejumlah pejabat lainnya dari kedua negara.

Direktur Operasi dan Transformasi ASDP Rio Lasse mengatakan, penjajakan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan memperluas peluang konektivitas penyeberangan internasional melalui pendekatan yang terencana dan berbasis kajian.

"Penandatanganan MoU ini menjadi langkah awal bagi ASDP dan Parameswara Ferry Terminal untuk mengevaluasi potensi lintasan Dumai-Malaka secara menyeluruh. Kami ingin memastikan bahwa setiap peluang pengembangan konektivitas didukung oleh kajian yang objektif, mulai dari potensi pasar, kesiapan operasional, hingga kelayakan bisnis dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku di kedua negara," tutur Rio dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/10).

Kerja sama ini menjadi landasan bagi kedua pihak untuk melakukan kajian bisnis secara komprehensif. Kajian tersebut mencakup potensi permintaan pasar, proyeksi lalu lintas penumpang, aspek teknis dan operasional, kesiapan infrastruktur pelabuhan, hingga aspek regulasi dan perizinan lintas negara.

Melalui MoU tersebut, kedua pihak akan melakukan pertukaran data dan informasi, studi pasar dan proyeksi permintaan, kajian teknis-operasional layanan penyeberangan, serta evaluasi kesiapan infrastruktur pelabuhan di Dumai dan Malaka. Kajian juga mencakup aspek hukum, regulasi dan perizinan lintas negara, penyusunan alternatif skema kerja sama dan model bisnis, serta analisis kelayakan finansial, termasuk kebutuhan investasi, biaya operasional, dan proyeksi pendapatan.

Rio menambahkan, kolaborasi ini membuka ruang bagi kedua pihak untuk menyatukan pengalaman dan kapabilitas dalam mengidentifikasi peluang sekaligus tantangan pengembangan rute. Ia berharap kajian yang dihasilkan dapat memberikan gambaran utuh mengenai kelayakan lintasan, sehingga keputusan untuk melangkah ke tahap selanjutnya dapat didasarkan pada kesiapan dan manfaat yang jelas bagi para pihak maupun masyarakat.

Penjajakan ini juga akan melibatkan koordinasi dengan otoritas terkait di Indonesia dan Malaysia guna mengidentifikasi persyaratan serta tahapan yang diperlukan dalam pengembangan layanan penyeberangan internasional.

ASDP menegaskan bahwa MoU ini merupakan kerangka awal untuk pelaksanaan kajian bisnis dan belum menjadi komitmen untuk merealisasikan pembukaan rute maupun melakukan investasi. Hasil kajian nanti akan menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi bagi kedua pihak dalam mempertimbangkan langkah pengembangan selanjutnya.

Melalui penjajakan rute Dumai-Malaka, ASDP terus membuka peluang pengembangan konektivitas penyeberangan yang berorientasi pada kelayakan bisnis, peningkatan aksesibilitas, serta penguatan hubungan ekonomi antarnegara.

Bagikan Facebook X WhatsApp Telegram LinkedIn VK