Pertamina meminta masyarakat di Jember untuk tidak melakukan panic buying atau pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan menyusul mengularnya antrean di sejumlah SPBU setempat.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa ketegangan geopolitik dunia memicu pergeseran jadwal keberangkatan dan kedatangan kapal tanker yang membawa pasokan BBM.
"Saya tekankan tidak ada pengurangan pengiriman, namun memang ada penyesuaian pola distribusi terkait jadwal ketibaan kapal tanker akibat konflik geopolitik yang berkepanjangan," tegas Ahad.
Penyesuaian jadwal ini memicu efek domino pada pengiriman BBM dari Terminal BBM Tanjungwangi, Banyuwangi, terutama menuju kawasan selatan Jember yang jarak geografisnya relatif jauh.
Meski demikian, Pertamina menjamin stok nasional tetap berada di level aman. Masyarakat juga diminta menghindari pembelian di pengecer tak resmi yang berpotensi mematok harga jauh lebih tinggi, serta cermat memilih informasi di media sosial agar tidak mudah terprovokasi isu kelangkaan.
Guna mencegah kemacetan parah di sekitar SPBU, Pertamina telah berkoordinasi langsung dengan pengelola SPBU serta Satlantas Kepolisian Resor Jember untuk mengatur arus kendaraan.